Kenaikan Emas Picu Inflasi, Ini Peringatan Ekonom
TIMES Jabar/Pegawai bertugas di dekat pajangan emas cetakan UBS di PT Pegadaian (Persero), Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: ANTARA /Basri Marzuki/wsj)

Kenaikan Emas Picu Inflasi, Ini Peringatan Ekonom

Yusuf Rendy Manilet dari CORE mengingatkan pemerintah untuk mengelola pandangan masyarakat tentang kenaikan harga emas guna menjaga inflasi stabil di masa depan.

TIMES Jabar,Selasa 4 November 2025, 17:56 WIB
273.7K
A
Antara

JAKARTAEkonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengimbau pemerintah menjaga ekspektasi kenaikan harga emas ke depan agar dampak terhadap inflasi tetap terkendali.

Menurut Yusuf, kenaikan harga emas bisa menambah persepsi bahwa harga-harga secara umum sedang naik bila ditinjau dari segi rumah tangga.

"Terutama, karena emas sering dipandang sebagai aset pelindung nilai. Ini yang perlu dijaga agar tidak menjalar ke ekspektasi inflasi ke depan," ujar Yusuf saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Secara umum, Yusuf berpendapat kenaikan inflasi inti yang didorong oleh emas lebih banyak bersumber dari faktor eksternal, yakni lonjakan harga emas global akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga di Amerika Serikat.

Artinya, kata dia, tekanan tersebut tidak mencerminkan peningkatan permintaan domestik yang kuat.

"Bank Indonesia (BI) juga cenderung akan melihatnya sebagai faktor sementara," ujarnya.

Yusuf merekomendasikan pemerintah dan BI untuk terus memperkuat koordinasi dalam mengelola ekspektasi, baik melalui komunikasi kebijakan yang konsisten maupun langkah konkret di lapangan.

Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia mengalami inflasi tahunan sebesar 2,86 persen year-on-year (yoy) pada Oktober 2025, terutama akibat kenaikan harga emas.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan emas menjadi komoditas penyumbang utama inflasi tahunan pada Oktober 2025 sebesar 2,86 persen dengan andil sebesar 0,68 persen, seiring peningkatan harga emas global yang berdampak langsung terhadap pasar domestik.

Emas pun menjadi kontributor utama dalam komponen inflasi inti.

Selain emas, komoditas seperti minyak goreng dan kopi bubuk juga turut memberikan tekanan harga pada kelompok komponen tersebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.