https://jabar.times.co.id/
Berita

SDN 2 Andir Ambruk, Bupati Majalengka Pastikan Sekolah Segera Dibangun

Sabtu, 10 Januari 2026 - 18:10
SDN 2 Andir Ambruk, Bupati Majalengka Pastikan Sekolah Segera Dibangun Bupati Majalengka, H Eman Suherman saat meninjau lokasi SDN 2 Andir yang ambruk. (FOTO: Jaja Sumarja/TIMES Indonesia)

TIMES JABAR, MAJALENGKA – Di bawah langit yang masih menyisakan kecemasan, Bupati Majalengka H. Eman Suherman turun langsung meninjau lokasi robohnya bangunan SD Negeri 2 Andir, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Kunjungan tersebut menjadi penegasan kehadiran Pemerintah Daerah Majalengka dalam merespons cepat insiden yang mengguncang dunia pendidikan setempat.

Bupati Eman Suherman menyatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan secara langsung penyebab robohnya bangunan sekolah yang dalam beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan di media sosial. Berbagai informasi beredar, mulai dari dugaan hujan lebat hingga kemungkinan kegagalan konstruksi.

"Kenapa saya ingin memastikan, karena saya ingin tahu kebenaran dari informasi yang beredar di media sosial. Disebutkan bahwa ini akibat hujan lebat, kegagalan konstruksi, dan faktor lainnya,"  ujar Eman Suherman di lokasi kejadian, Sabtu (10/1/2026).

Ia menegaskan, dari sisi teknis, bangunan sekolah seharusnya memiliki usia teknis minimal sepuluh tahun. Namun, fakta bahwa bangunan tersebut ambruk meski baru berusia sekitar empat tahun, menjadi persoalan serius yang tidak bisa diabaikan.

"Kalau bicara kegagalan konstruksi dalam istilah teknis di PU, seharusnya bangunan ambruk sejak awal dibangun. Ini bukan itu. Dalam bahasa teknis, ini disebut kelelahan struktur," jelasnya.

Menurutnya, perubahan kondisi bangunan selama empat tahun terakhir, ditambah faktor lingkungan dan cuaca ekstrem, diduga menjadi pemicu melemahnya struktur. 

Apalagi, Majalengka saat ini masuk dalam kategori wilayah dengan risiko bencana hidrometeorologi, seiring intensitas hujan yang tinggi di Jawa Barat.

"Bisa jadi malam sebelumnya hujan lebat, air menempel di genteng, menambah beban, dan akhirnya struktur tidak mampu menahan," ungkapnya.

Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa fokus utama pemerintah daerah saat ini bukan semata pada aspek teknis bangunan, melainkan pada keberlangsungan pendidikan siswa.

"Yang paling penting bagi kami adalah memastikan anak-anak tidak terlantar dan tidak terganggu proses belajarnya," tegas Eman.

Pemerintah Kabupaten Majalengka, kata dia, telah bersepakat dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan perbaikan.

Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) akan digeser guna mempercepat pembangunan kembali fasilitas sekolah yang ambruk.

"Kita putuskan, kita bangun secepatnya, kita perbaiki secepatnya. Demi memastikan anak-anak kita tetap bisa belajar dengan aman," ujarnya.

Terkait aspek akuntabilitas, Bupati memastikan audit terhadap bangunan akan tetap dilakukan. Pasalnya, robohnya bangunan sebelum mencapai usia teknis menjadi indikasi adanya persoalan spesifikasi.

"Audit pastilah dilakukan. Kalau bicara umur teknis dan terjadi ambruk, berarti ada masalah. Namun urusan itu akan berjalan sesuai mekanisme," katanya.

Ia menambahkan, aspek penegakan hukum akan diserahkan kepada aparat penegak hukum (APH) sesuai kewenangan.

Sementara pemerintah daerah akan fokus pada penyediaan infrastruktur pendidikan agar aktivitas belajar mengajar tidak terhenti.

"Anak-anak tidak boleh menjadi korban. Pendidikan harus tetap berjalan," pungkasnya. 

Peristiwa robohnya SDN 2 Andir ini menjadi pengingat kuat akan pentingnya kehati-hatian dalam pembangunan infrastruktur publik, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi seperti Majalengka. (*)

Pewarta : Jaja Sumarja
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jabar just now

Welcome to TIMES Jabar

TIMES Jabar is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.