Irjen Kemenhaj Harapkan Petugas Haji Memiliki Fisik Kuat, Mental Tangguh, Keterampilan yang Mumpuni dan Kompak
TIMES Jabar/Irjen Kemenhaj Dendi Suryadi memberikan keterangan persnya terkait diklat PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

Irjen Kemenhaj Harapkan Petugas Haji Memiliki Fisik Kuat, Mental Tangguh, Keterampilan yang Mumpuni dan Kompak

Kemenhaj selenggarakan diklat 20 hari untuk PPIH Arab Saudi 2026, melibatkan TNI-Polri. Tujuannya ciptakan petugas haji berfisik kuat, mental pelayan, dan keterampilan mumpuni. Pelatihan dimulai dengan PBB hingga pendalaman tugas per sektor.

TIMES Jabar,Minggu 11 Januari 2026, 06:07 WIB
8K
A
Ahmad Nuril Fahmi

JAKARTAInspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Irjen Kemenhaj) Dendi Suryadi menjelaskan pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH Arab Saudi tahun 1447 H/2026 M bertujuan untuk menciptakan petugas haji yang lebih profesional dan berintegritas. 

Melibatkan TNI dan Polri, Irjen Kemenhaj Dendi Suryadi mengungkapkan bahwa ibadah haji adalah ibadah fisik dan diharapkan PPIH Arab Saudi menjadi petugas yang berfisik kuat dan bugar setelah menjalani diklat selama 20 hari. 

Irjen Kemenhaj Dendi Suryadi yang juga pembina diklat PPIH Arab Saudi ini mengungkapkan ada 4 sasaran yang diharapkan dimiliki oleh para petugas haji yang nantinya akan melayani jemaah haji Indonesia. 

“Yang pertama, fisiknya kuat dan bugar, kedua, mentalnya, mental yang tangguh sebagai pelayan, mentalnya memang siap untuk jadi pelayan, ketiga pengetahuan dan ketampilan yang mumpuni sesuai dengan tugas dan fungsinya dan terakhir adanya persatuan, seperti persatuan Indonesia, kita kuat karena kita bersatu,” ucapnya di Asrama Haji Jakarta pada Sabtu (10/1/2026). 

Menurutnya kehadiran TNI dan Polri dalam diklat PPIH Arab Saudi ini bertujuan untuk menjadikan petugas yang disiplin, keberanian, semangat, rela berkorban dan kompak sesama tim kerjanya. Selain itu ia menjelaskan alasannya dilatih baris berbaris. “Minggu pertama metodenya PBB, peraturan baris-baris. PBB itu metode yang bagus untuk melatih orang terbiasa mendengarkan instruksi. Mendengarkan instruksi dan melaksanakan,” jelasnya. 

Selain PBB, ia menerangkan para petugas haji pada minggu kedua akan belajar sesuai tugas dan fungsi layanan masing-masing dan diminggu terakhir akan ada diklat sesuai daerah kerja (daker) sektor dan lain-lain.

Ia berharap, diklat PPIH Arab Saudi yang pertama kali diselenggarakan oleh Kemenhaj yang mungkin masih perlu disempurnakan lagi dapat menciptakan petugas yang lebih profesional dan berintegritas. “Saya kira nanti tahun-tahun depan kalau polanya udah ketemu, insyaAllah akan lebih bagus,” tandasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Ahmad Nuril Fahmi
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.