TIMES JABAR, JAKARTA – Sakit perut hebat yang terjadi berulang atau disertai mual tidak selalu berkaitan dengan gangguan pencernaan ringan. Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi masalah kesehatan serius yang membutuhkan penanganan medis, salah satunya batu empedu.
Dikutip dari siaran Hindustan Times pada Kamis (12/1/2026), dokter ahli anestesi dan pengobatan nyeri, Kunal Sood, menjelaskan bahwa nyeri perut yang tajam dan menusuk setelah makan kerap disebabkan oleh batu empedu.
“Batu empedu merupakan gumpalan padat yang terbentuk di dalam kantung empedu ketika cairan empedu menjadi terlalu pekat, biasanya akibat kolesterol atau pigmen,” ujar dr. Sood.
Ia mengatakan, batu empedu dapat menimbulkan rasa nyeri hebat apabila menyumbat saluran empedu. Kondisi tersebut dikenal sebagai kolik bilier.
“Penyumbatan menyebabkan nyeri tajam dan hebat yang umumnya dirasakan di perut kanan atas atau punggung bagian atas, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak,” jelasnya.
Menurut dr. Sood, nyeri akibat batu empedu sering kali disertai mual atau muntah, dan dapat berlangsung selama beberapa jam setelah muncul.
Ia menambahkan, batu empedu lebih sering terjadi pada perempuan, orang dengan kelebihan berat badan, penderita diabetes, serta individu yang mengalami perubahan berat badan secara cepat, termasuk penurunan berat badan drastis.
Dr. Sood mengingatkan, jika serangan nyeri tajam di perut terjadi berulang kali dalam sepekan, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa fungsi kantung empedu sudah terganggu.
“Diagnosis umumnya dilakukan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG), yang mampu mendeteksi batu empedu berukuran kecil maupun tanda-tanda peradangan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa batu empedu yang tidak menimbulkan gejala biasanya hanya memerlukan pemantauan. Namun, jika serangan nyeri bersifat berulang atau semakin parah, pasien disarankan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dalam kasus tertentu, lanjut dr. Sood, pasien dapat direkomendasikan menjalani kolesistektomi laparoskopi, yaitu prosedur operasi minimal invasif untuk mengangkat kantung empedu melalui sayatan kecil.
“Setelah kantung empedu diangkat, empedu akan mengalir langsung ke usus, dan pada sebagian besar pasien, serangan nyeri tersebut akan berhenti sepenuhnya,” ujarnya.(*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Dokter Ingatkan Sakit Perut Hebat Berulang Bisa Jadi Gejala Batu Empedu
| Pewarta | : Imadudin Muhammad |
| Editor | : Imadudin Muhammad |