TIMES JABAR, TASIKMALAYA – Viralnya unggahan video viral berdurasi 38 detik yang diduga melakukan adegan dewasa di sebuah hotel di kawasan Jalan Yudanegara mendapat perhatian dari Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tasikmalaya.
Ketua PHRI Kota Tasikmalaya Ajat Setiawan menyesalkan telah beredarnya video tersebut pasalnya dalam video tersebut tidak jelas kebenarannya tentang aktivitas yang dilakukan, justru perekam video lah yang membuat narasi seolah-olah itu adalah kegiatan mesum.
"Menurut saya videonya itu tidak jelas, justru si perekamlah yang menggiring dengan narasinya, bahwa video tersebut merupakan kegiatan mesum," Sesal Ketua PHRI Kota Tasikmalaya Ajat Setiawan, Selasa (16/5/2023).
Atas viralnya video tersebut dirinya khawatir image atau citra industri perhotelan di Kota Tasikmalaya menjadi tercoreng dan dinilai negatif, padahal kehadiran hotel di Kota Seribu Bukit ini menurutnya menunjang sekali terhadap perkembangan pariwisata.
"Seandainya kita berpikir tentang yang belum jelas terhadap faktanya, bukan saja berpengaruh terhadap okupansi hotel, tapi yang paling dikhawatirkan oleh kita justru image atau citra perhotelan di Tasikmalaya yang akan menjadi negatif, "tandasnya.
Ketua PHRI Kota Tasikmalaya Ajat Setiawan saat memberikan keterangan kepada media di Hotel Horison Kota Tasikmalaya, Selasa (16/5/2023) malam (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
Dirinya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga nama baik KotaTasikmalaya dengan tidak berasumsi terhadap yang belum jelas kebenarannya, seperti video viral adegan dewasa yang sedang menjadi pembicaraan.
"Mari kita sama-sama menjaga citra perhotelan, kejadian ini bukan saja merusak citra hotel yang ada dalam unggahan video tersebut, tetapi akan merusak seluruh citra hotel yang ada di Kota Tasikmalaya," serunya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tasikmalaya Deddy Mulyana, dirinya mengajak untuk membangun iklim pariwisata yang harmonis, sebab sektor pariwisata itu menurutnya sangat luas dan menjadi salah satu penggerak roda perekonomian yang dapat meningkatkan kesejahteraan.
"Marilah kita bersama-sama berperan aktif ciptakan iklim pariwisata yang harmonis, video itu belum tentu benar, karena semuanya berdasarkan asumsi yang belum jelas kebenarannya," ajaknya.
Keberadaan hotel berbintang di Kota Tasikmalaya tentunya menjadi pemantik dan indikator terhadap perkembangan dan pertumbuhan pariwisata.
Selain itu tentunya keberadaan investor perhotelan yang datang ke Kota Tasikmalaya dengan sendirinya akan menjadi pendorong dan pendukung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.
Sementara itu General Manager Hotel Horison Tasikmalaya Riatalia Setyohardono menyebut atas kejadian tersebut pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polres Tasikmalaya Kota.
"Untuk masalah ini kami sudah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian, tadi malam juga sudah datang polisi untuk melakukan penyelidikan, untuk proses selanjutnya saya serahkan kepada pihak yang berwajib," pungkas Riatalia kepada media terkait dugaan video adegan dewasa di hotel berbintang Kota Tasikmalaya. (*)
Pewarta | : Harniwan Obech |
Editor | : Ronny Wicaksono |