Gawai Berisiko Ganggu Kemampuan Sensorik dan Motorik Anak
Ilustrasi. Penggunaan gawai secara berlebihan pada anak usia dini membawa dampak serius bagi perkembangan saraf pusat. (Foto: Pexels)

Gawai Berisiko Ganggu Kemampuan Sensorik dan Motorik Anak

Dokter spesialis neurologi anak dr. Amanda Soebadi memperingatkan bahaya kecanduan gawai pada anak, mulai dari terhambatnya sinapsis otak hingga risiko penyusutan area memori.

TIMES Jabar,Kamis 30 April 2026, 00:31 WIB
1.7K
A
Antara

JakartaPenggunaan gawai secara berlebihan pada anak usia dini ternyata membawa dampak serius bagi perkembangan saraf pusat. Dokter spesialis anak subspesialis neurologi lulusan Universitas Indonesia, dr. R. R. Amanda Soebadi, Sp.A(K), M.Med (ClinNeurophysiol), menjelaskan bahwa durasi menatap layar (screen time) yang tidak terkontrol dapat menghambat proses sinapsis pada otak anak.

Menurut dr. Amanda, tiga tahun pertama kehidupan merupakan periode paling krusial bagi pertumbuhan otak manusia, di mana pembentukan sambungan antar-sel otak atau sinapsis terjadi secara sangat pesat.

"Jadi pada tiga tahun pertama kehidupan itu adalah periode pesat perkembangan otak, dan itu yang banyak berkembang adalah sinapsis. Sinapsis itu adalah sambungan-sambungan, koneksi-koneksi antar sel otak," kata Amanda saat diwawancarai secara eksklusif oleh ANTARA di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Ia menekankan bahwa anak-anak yang terpapar gawai terlalu dini berisiko kehilangan waktu berharga untuk mengasah kemampuan sensorik dan motorik. Hal ini juga berdampak pada kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Sebagai contoh, saat anak bermain di luar ruangan seperti memanjat atau berlari, otak akan menangkap sinyal baru dan membangun koneksi sel yang kompleks. "Jadi itu semua akan membangun koneksi-koneksi antar sel otak. Kalau paparannya monoton, koneksi-koneksi tersebut tidak terbentuk," jelasnya.

Mekanisme "Sense of Reward" dan Dopamin

Lebih lanjut, dr. Amanda menjelaskan bahwa gawai memberikan kesenangan instan yang memicu munculnya sense of reward atau perasaan puas di otak. Berbeda dengan dunia nyata yang membutuhkan usaha besar—seperti menyusun puzzle atau menggambar—gawai menawarkan kepuasan hanya dengan satu sentuhan layar.

"Dalam kehidupan nyata hal-hal yang seharusnya membuat kita merasakan reward (hadiah) itu kalau kita bisa memecahkan masalah, karena anak-anak mungkin dalam konteks bermain mungkin ya memecahkan, menyelesaikan puzzle, atau misalnya menggambar sesuatu itu membutuhkan usaha yang lebih besar daripada dia mengeklik dan meng-tap begitu," tuturnya.

Kondisi ini memicu lonjakan dopamin yang membuat anak merasa bisa mendapatkan "hadiah" tanpa usaha berarti. Dampaknya, anak menjadi kurang tertarik pada aktivitas fisik lainnya dan cenderung mengisolasi diri.

Risiko Penipisan Area Otak

Temuan yang lebih mengkhawatirkan muncul dari studi pemindaian otak (brain scan) pada remaja yang kecanduan gawai. Data menunjukkan terjadinya penyusutan atau penipisan pada area otak yang bertanggung jawab atas memori, emosi, koordinasi motorik, dan pengambilan keputusan.

Meski kerusakan tersebut masih bisa diperbaiki, dr. Amanda mengingatkan bahwa proses pemulihan tidak akan secepat saat anak masih berada di bawah usia tiga tahun. "Bisa, tapi lagi-lagi, kalau sudah lewat dari usia ini untuk dikembalikannya tidak semudah dan sepesat pada usia itu," tambahnya.

Gejala kecanduan gawai secara umum dapat terlihat dari penurunan prestasi akademik dan gangguan fungsi sosial. Anak cenderung menarik diri dari pergaulan, enggan keluar rumah, dan lebih memilih menghabiskan waktu dengan gim atau media sosial.

Menutup keterangannya, dr. Amanda mengimbau para orang tua untuk memaksimalkan "periode emas" anak dengan aktivitas fisik yang merangsang motorik dan sensorik. Kegiatan sederhana seperti bermain push bike, menyusun puzzle, hingga melibatkan anak dalam aktivitas rumah tangga seperti mencuci sayuran, dinilai jauh lebih bermanfaat bagi kesehatan saraf anak dibandingkan paparan layar gawai. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.