Anti Sakit Hati! Psikolog Beri Tips Hadapi Orang Baper di Room Komal TikTok
Ilustrasi Platform TikTok Live . (Foto: iStock)

Anti Sakit Hati! Psikolog Beri Tips Hadapi Orang Baper di Room Komal TikTok

Awalnya didesain untuk ruang diskusi dan interaksi multihost, kini komal menjelma menjadi panggung drama digital baru.

TIMES Jabar,Minggu 14 Juni 2026, 12:31 WIB
305
A
Adis Cahyana

JAKARTAFitur Multi-Guest atau yang lebih akrab dikenal di kalangan pengguna TikTok sebagai Room Komal (Komunikasi Alternatif/Kelompok) kini telah bergeser fungsi.

Awalnya didesain untuk ruang diskusi dan interaksi multihost, kini komal menjelma menjadi panggung drama digital baru. Mulai dari ajang adu bakat, PK antar-komunitas, hingga sekadar tempat ngobrol santai demi mengumpulkan gift.

Namun, di balik riuhnya tawa dan sound effect yang menggema, ada satu musuh nyata yang sering merusak suasana: Baper (Terbawa Perasaan).

Masalahnya, baper ini tidak hanya menyerang mereka yang naik ke atas room (para pengisi komal), tetapi juga para netizen yang aktif di kolom komentar atau biasa disebut sebagai "Tim Pengetik Bawah" (Typing Bawah).

Menanggapi fenomena ini, Kinara, salah satu host senior yang kerap memimpin room komal dengan ratusan penonton harian, membagikan pandangannya. Menurutnya, sebuah room komal adalah miniatur masyarakat sosial yang sangat dinamis.

"Kunci utama main komal itu satu: mental harus baja dan jangan tipis kuping" ujar Kinara.

Menurutnya, di atas komal, karakter orang beda-beda. Ada yang suka bercanda sarkas, ada yang bicaranya blak-blakan. "Kalau kita bawa perasaan, room yang tadinya seru bisa langsung canggung atau malah jadi ajang saling sindir."tambahnya.

Ia juga menambahkan trik untuk menyikapi penonton bawah yang sering memprovokasi.

"Cara menyikapinya? Kalau kritiknya membangun, kita respons. Tapi kalau sudah mulai personal atau baper massal, pencet tombol mute atau kick. Host punya power penuh untuk menjaga kondusivitas room-nya." tutupnya.

Mengapa Kita Mudah Baper di Ruang Digital?

Dari kacamata psikologi, fenomena baper di room komal ini terjadi karena adanya bias persepsi dalam komunikasi teks dan audio-visual yang terbatas.

Dian Barata, Seorang psikolog klinis menjelaskan bahwa interaksi virtual tidak memiliki komponen bahasa tubuh yang utuh, sehingga pesan sering kali disalahartikan.

"Saat seseorang berada di room komal atau membaca typing bawah, otak kita cenderung memproses informasi yang ambigu secara negatif jika kita sedang dalam kondisi emosi yang tidak stabil," ungkap Dian kepada TIMES Indonesia, Minggu, (14/6/2026).

Menurutnya, orang yang mudah baper di media sosial biasanya memiliki kebutuhan akan validasi yang tinggi atau sedang mengalami kelelahan mental (burnout).

Ketika ada candaan yang sedikit menyenggol ego mereka, hal itu langsung dianggap sebagai serangan personal.

Padahal, lanjut Dian, di dunia digital, sebagian besar orang berkomentar tanpa benar-benar memikirkan dampaknya secara mendalam.

Tips Cerdas Menyikapi Orang Baper di Room Komal

Agar scrolling TikTok tetap menjadi hiburan yang sehat dan tidak merusak kesehatan mental, berikut adalah panduan menyikapi situasi baper di room komal, baik untuk yang di atas maupun di bawah:

1. Bagi yang Berada di Atas Room Komal (Guesthost/Host)

  • Gunakan Filter 'Hanya Bercanda': Sejak awal naik, pasang mindset bahwa ini adalah ruang hiburan, bukan ruang sidang. Jangan masukan ucapan orang asing ke dalam hati.
  • Klarifikasi Instan: Jika merasa ada ucapan yang menyinggung, langsung klarifikasi dengan nada santai saat itu juga.
  • Tahu Kapan Harus Turun: Jika tensi sudah mulai panas dan Anda merasa emosi mulai terpancing, pamitlah dengan sopan lalu klik disconnect. Menyelamatkan kedamaian pikiran jauh lebih penting daripada mempertahankan eksistensi di room.

2. Bagi yang Menjadi 'Typing Bawah' (Penonton)

  • Jangan Jadi Pahlawan Kesiangan (Wibu Medsos): Kadang, dua orang di atas komal sebenarnya hanya sedang bercanda akrab, tetapi netizen di bawah yang justru baper dan membuat narasi seolah-olah terjadi perseteruan.
  • Scroll Up Jika Toksik: Jika kolom komentar sudah dipenuhi oleh orang-orang baper yang mulai saling serang (war), cara terbaik adalah menutup kolom komentar atau pindah ke *Live* lain yang lebih positif.
  • Pikir Sebelum Mengetik: Ingat bahwa ketikan Anda bisa menjadi pemantik sumbu baper bagi orang lain. Usahakan tetap berkomentar yang menghibur atau informatif.

Room komal TikTok pada akhirnya adalah sebuah panggung sandiwara modern. Diperlukan kedewasaan digital (digital literacy) agar kita tahu kapan harus tertawa, kapan harus mengabaikan, dan kapan harus menekan tombol close app.

Jangan sampai hiburan gratis di layar ponsel justru menguras energi kedamaian hidup kita sehari-hari. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Adis Cahyana
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.