Ilustrasi. Generasi muda kini lebih banyak menghadapi masalah kesehatan mental. (Foto: bahasa.iou.edu.gm)

Generasi Muda Rentan Stres Kerja, Perusahaan Butuh Layanan Psikolog

Generasi muda lebih rentan mengalami masalah mental di tempat kerja. Penyebab stres semakin beragam dan bersifat subjektif.

TIMES Jabar,Rabu 24 Juni 2026, 06:51 WIB
322
A
Antara

JAKARTAGenerasi muda dinilai memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap masalah kesehatan mental di lingkungan kerja. Beragam faktor seperti tekanan profesi hingga proses adaptasi menjadi pemicu utamanya.

Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Klinik Pertamina IHC, Muchammad Arief Gunawan, menjelaskan bahwa dinamika tekanan yang dihadapi pekerja muda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi terdahulu.

"Generasi muda kini lebih banyak menghadapi masalah kesehatan mental dibanding generasi sebelumnya. Penyebab stres semakin beragam dan bersifat subjektif, misalnya tekanan pekerjaan, adaptasi pekerja baru atau fresh graduate, serta hubungan dengan atasan," katanya di Klinik Pertamina IHC Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).

Melihat fenomena tersebut, Arief menekankan pentingnya manajemen perusahaan untuk menyediakan fasilitas pendampingan profesional, seperti psikolog atau psikiater, guna menjaga regulasi emosi dan kesehatan mental karyawannya.

"Secara standar, unit kesehatan kerja biasanya hanya memiliki dokter umum dan perawat. Psikolog atau psikiater biasanya dihadirkan melalui program wellness tertentu dan konsultasi dapat dilakukan secara berkala, misalnya setiap tiga atau enam bulan," ujar dia.

Lebih lanjut, Arief menyoroti bahwa indikator stres kerja sering kali luput dari penilaian kesehatan kerja (assessment) formal. Banyak karyawan yang mengeluhkan tekanan mental, namun pihak korporasi kerap kekurangan data objektif untuk mengukur tingkat keparahannya.

Menurutnya, melalui metode skrining yang tepat, tingkat stres karyawan dapat dipetakan secara terukur ke dalam kategori ringan, sedang, hingga berat.

"Perusahaan dapat mengetahui proporsi pekerja yang mengalami stres. Data tersebut menjadi dasar penyusunan program mitigasi yang lebih tepat sasaran," ucap Arief.

Sebagai langkah preventif personal, ia mengimbau para pekerja untuk mengalihkan tekanan stres ke aktivitas yang positif dan konstruktif, seperti berolahraga atau bermeditasi.

"Pengalihan yang tidak dianjurkan itu merokok, penyalahgunaan obat dan perilaku negatif lainnya," tuturnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.