Sekelumit Fakta di Balik Manis dan Pahitnya Coklat
Coklat menjadi salah satu komoditas utama di era modern (Foto: Freepik)

Sekelumit Fakta di Balik Manis dan Pahitnya Coklat

Saat ini, coklat telah menjadi bagian penting dalam gaya hidup modern, baik itu berupa makanan maupun ...

TIMES Jabar,Jumat 12 April 2024, 01:29 WIB
1.4M
S
Sholihin Nur

JAKARTASaat ini, coklat telah menjadi bagian penting dalam gaya hidup modern, baik itu berupa makanan maupun minuman. 

Namun ada sejumlah fakta menarik di balik komoditas yang memiliki paduan cita rasa manis sekaligus pahit ini. 

Pengetahuan umum yang begitu indah adalah bahwa coklat muncul kali pertama di suku-suku Aztec sebagai minuman untuk raja-raja. Biji kakao, di dalam minuman yang disajikan kepada raja, memiliki nilai yang tinggi.

Ketika Hernando Cortez, seorang penakluk yang kejam, mengarahkan oandangannya ke Aztec, dia mengenali minuman pahit ini dari Raja Montezuma. Cortez kemudian menjarah negara mereka dan mengambil semua produknya, 
termasuk tanaman kakao.

Ketika kembali ke Spanyol, Cortez tidak memiliki ide apa yang yang mesti ia lakukan. Lewat usahanya menambahkan guka dan madu ke dalam minuman pahit ini, akhirnya ia bisa memperkenalkan minuman dari coklat hangat. Penduduk Eropa oun sangat senang menyambutnya.

Namun sayang, sampai minuman itu diproduksi terus, warga tidak bisa melanjutkannya karena harga yang terlalu mahal. 

Di awal tahun 1800-an, Belanda mengatasi masalah produksi dengan menambahkan bubuk kakao yang tidak pahit. Produk tersebut dinamakan Coklat Belanda.

Dengan segera, coklat banyak diproduksi di berbagai tempat. Pada pertengahan 1800-an, Joseph Fry mengambil pasta coklat dan beberapa bahan lain kemudian diletakkannya di sebuah cetakan dan ditekan. Dari situlah pertama kali muncul potongan coklat batangan.

Beberapa dekade berikutnya, perusahaan Cadbury memulai penjualan coklat dalam kotak di negara Inggris.

Pabrik coklat di Amerika menghasilkan 4 miliar dolar dari produksinya, dengan rata-rata orang Amerika memakan setengah pound coklat per bulan.

Swiss, sebuah negara yang terkenal dengan coklatnya juga memproduksi coklat ternama di bawah merek Nestle.

Kini, banyak sekali negara menyediakan biji kakao untuk mendukung habit coklat dunia, dan nilai coklat meroket menjadi permen yang sangat diminati. Ini terlihat dari produksi coklat yang seperti tak ada hentinya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Sholihin Nur
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.