TIMES JABAR, PACITAN – Jelang bulan suci Ramadan, mestinya yang bertebaran adalah semangat ibadah, bukan transaksi esek-esek di kamar hotel. Namun, begitulah dunia. Polres Pacitan menangkap basah seorang mucikari di sebuah penginapan, melengkapi daftar panjang penyakit masyarakat yang tak juga tuntas.
Rabu (26/2/2025) sore kemarin, entah bagaimana ceritanya, informasi sampai ke telinga polisi bahwa kamar nomor 320 di Hotel Minang Permai III bukan sekadar tempat istirahat.
Begitulah laporan warga. Para petugas Operasi Pekat Semeru 2025 pun bergegas ke lokasi, dan benar saja, mereka menemukan seorang perempuan yang diduga mucikari,
PW (21), warga Slogohimo, Wonogiri, tengah sibuk mempertemukan pelanggan dan seorang perempuan berinisial I.A. (18), juga dari Wonogiri.
Kapolres Pacitan, AKBP Agung Nugroho, dalam keterangannya pada Kamis (27/2/2025), menegaskan bahwa operasi ini bagian dari komitmen kepolisian untuk memberantas penyakit masyarakat.
"Kami tidak ingin praktik semacam ini merajalela, apalagi di bulan Ramadan. Operasi akan terus dilakukan agar lingkungan tetap kondusif," ujarnya.
Barang bukti yang ditemukan polisi cukup berbicara. Ada dua ponsel, sebuah kondom bekas, serta sprei dan sampul bantal putih, mungkin sebagai saksi bisu kejadian yang tak perlu dituturkan lebih lanjut.
Setelah diamankan, P.W. dan I.A. digelandang ke Polres Pacitan untuk dimintai keterangan. Dua anggota kepolisian, Mahardika Agus Candra, S.Pd. (35) dan Pingky Bagus S, S.H. (29), turut mencatat keterangan mereka, mencoba menyusun puzzle dari bisnis gelap ini.
Sejenak, mari menengok ke Jepang, negeri dengan teknologi canggih tetapi juga ketat dalam urusan moralitas publik.
Di sana, menjelang perayaan besar, polisi bekerja seperti samurai, menebas penyakit masyarakat dengan presisi. Prostitusi, perjudian, dan miras ilegal jadi sasaran utama. Mungkin inilah yang bisa dicontoh: tegas, disiplin, tanpa basa-basi.
Di Pacitan, Ramadan tahun ini mungkin jadi ujian bagi aparat. Pekat Semeru bukan sekadar operasi tahunan, tetapi pertarungan panjang melawan kebiasaan yang susah diberantas.
"Kami mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan praktik serupa. Ramadan ini harus bersih dari hal-hal yang merusak moral," pinta Kepala Polres Pacitan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Operasi Pekat Jelang Ramadan, Polres Pacitan Berhasil Ciduk Mucikari di Hotel
Pewarta | : Yusuf Arifai |
Editor | : Ronny Wicaksono |