Kabupaten Majalengka Belum Punya Rumah Sakit Khusus TBC
TIMES Jabar/Ilustrasi pasien TBC. (FOTO: media Indonesia)

Kabupaten Majalengka Belum Punya Rumah Sakit Khusus TBC

Dua rumah sakit yang ada di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yakni RSUD Cideres dan RSUD Majalengka, hanya bisa melayani pasien TBC (tuberculosis) biasa. ... ...

TIMES Jabar,Senin 24 Oktober 2022, 09:08 WIB
60.9K
H
Herik Diana (MG-406)

MAJALENGKADua rumah sakit yang ada di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yakni RSUD Cideres dan RSUD Majalengka, hanya bisa melayani pasien TBC (tuberculosis) biasa.

Oleh karenanya, untuk pasien TBC RO harus dirujuk keluar kota. Meskipun begitu, pasien TBC tetap dilayani secara gratis, baik punya BPJS maupun tidak punya.

Sementara, berdasarkan data yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka tercatat‎ ada 5.000 kasus hingga Oktober 2022. Oleh karenanya, Kabupaten Majalengka sangat membutuhkan rumah sakit khusus TBC.

Oleh karena itu, bagi warga Majalengka yang berstatus pasien TBC RO harus dirujuk ke luar kota. Sementara rujukan terdekat yakni RSD Gunung Jati Cirebon atau RS Paru Sadawangi, Kabupaten Cirebon.

Hal ini diungkapkan, Kabag Umum RSUD Majalengka, Anang Setiyana. Ia mengatakan, masyarakat Kabupaten Majalengka tidak perlu khawatir soal pembiayaan bagi pasien TBC. Alasannya, punya BPJS atau pun tidak, tetap akan mendapat pelayanan TBC gratis.

Ia menyebut, asalkan, pasien TBC itu berobatnya di yankes (layanan kesehatan) milik pemerintah. Sementara, yang berobat keluar wilayah kemungkinan adalah pasien TB Resisten Obat (RO).

"Itu disebabkan, karena tidak patuh minum obat, akhirnya resisten terhadap obat TB. Jika sudah begitu, maka penanganannya harus oleh RSD Gunung Jati atau RS Sadawangi,” ungkapnya, dalam rilis tertulis, Senin, (24/10/2022). 

Anang menambahkan, namun, jika kondisi pasien TBC kembali stabil dan normal, maka perawatannya kembali lagi ke RSUD atau puskesmas di Kabupaten Majalengka. Hal ini telah sesuai instruksi dokter spesialis paru atau tim penanggulangan TB di RSD Gunung Jati atau RS Paru Sadawangi Cirebon.

"Khusus untuk TB MDR (Multi Drug Resisten), yaitu Pasien TB yang resisten terhadap Obat TB akibat ketidakpatuhan minum obat TB, harus ditangani oleh tim penanggulangan TB/dokter spesialis di RSD Gunung Jati," ujarnya. 

Anang menjelaskan, biasanya setelah kondisi membaik, pasien dikembalikan lagi ke RS/puskesmas yang menjadi wilayahnya. Sementara, obatnya dikirim dari RSD Gunung Jati berupa injeksi dan obat.

"RSUD atau puskesmas harus punya ruang khusus untuk memberikan pelayanan terhadap pasien TBC ini. Petugas kesehatan harus berpakaian lengkap mengenakan APD, hal itu untuk meminimalisir dan mencegah penularan,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubag TU Puskesmas Bantarujeg Dinkes Majalengka, Kiki Kurnia membenarkan, bahwa biasanya pasien TBC RO yang dirujuk ke RS Paru Sadawangi atau RSD Gunung Jati Cirebon akan dikembalikan lagi ke puskesmas setempat dalam hal pengobatannya, ketika pasien sudah kembali stabil.

"Ada 37 pasien TBC di Bantarujeg. Itu ditangani pengobatannya oleh kami. Kami mempunyai kader TBC dan petugas TBC khusus yang melayani pengobatan secara rutin dan mengedukasi kepatuhan pasien agar selalu minum obat," ujarnya.

Terpisah, Ketua Yayasan Penabulu Majalengka, Nandan Miftahul Mubarok mengatakan, selain oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, penanganan kasus TBC di Kabupaten Majalengka melibatkan lembaga swadaya masyarakat, yaitu kader-kader TB dari Yayasan Penabulu.

"Para kader kami punya jadwal rutin kunjungan ke rumah pasien. Kami pun sosialisasi. Kami selalu memastikan kepatuhan pasien untuk minum obat. Selain itu, kami pun melakukan Active Case Finding (ACF), yaitu strategi untuk penemuan kasus-kasus baru,” jelasnya.

Nandan menjelaskan, Para kader TB binaannya tersebar di setiap puskesmas. Jumlahnya bervariasi, namun rata-rata dua orang atau lebih. Kader TB selalu mengingatkan para pasien TB agar tetap menjalani minum obat secara rutin.

Menurutnya, kepatuhan pasien minum obat terus diingatkan oleh para kader TBC yang tersebar di setiap Puskesmas.

"Kader TBC kami selalu berkunjung atau mengecek melalui video call agar pasien minum obat tepat waktu. Jika stok obat habis, maka obat akan segera dikirimkan langsung oleh kader TBC ke rumahnya," ujar Ketua Yayasan Penabulu Kabupaten Majalengka. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Herik Diana (MG-406)
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.