BAZNAS Cianjur Salurkan 2.200 Tas Sekolah bagi Pelajar Prasejahtera
Langkah strategis BAZNAS Cianjur ini mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam mendukung keberlanjutan akses pendidikan.
CIANJUR – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur menyalurkan bantuan berupa 2.200 unit tas sekolah yang diperuntukkan bagi para pelajar dari keluarga prasejahtera.
Langkah strategis BAZNAS Cianjur ini mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam mendukung keberlanjutan akses pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.
Proses pendistribusian dilakukan secara bertahap dengan merujuk pada data dan usulan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur.
Skema verifikasi berlapis bersama pihak sekolah diterapkan demi menjamin ketepatan sasaran penerima manfaat di seluruh wilayah.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Hilman Saukani, M.Pd., menyampaikan bahwa penyerahan bantuan secara simbolis telah dilaksanakan melalui dinas terkait.
"Secara simbolis bantuan ini diserahkan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur. Penyalurannya mengacu pada data dan usulan dari Disdik sehingga dapat diterima oleh siswa yang berhak," katanya daam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).
Dari alokasi tahun 2026, sebanyak 200 unit tas telah disalurkan lebih awal pada momentum bulan Muharam. Sementara itu, 2.000 unit sisanya didistribusikan pada tahap selanjutnya dengan rincian 1.000 siswa SD, 500 siswa SMP, 250 peserta didik PKBM, dan 250 siswa SMA.
Hilman mengakui bahwa tingginya kebutuhan bantuan di Kabupaten Cianjur membuat kuota yang ada belum mampu menampung seluruh pelajar yang membutuhkan. Oleh karena itu, penyaringan dilakukan secara ketat bersama pihak sekolah.
"Pendataan dilakukan secara berlapis bersama sekolah agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Kami menyadari bantuan ini belum dapat menjangkau seluruh siswa yang membutuhkan, namun setidaknya dapat membantu meringankan beban orang tua serta memberikan semangat kepada anak-anak untuk terus belajar," ulas Hilman.
Penyediaan fasilitas pendukung belajar yang layak diharapkan mampu mendongkrak motivasi belajar siswa serta menekan angka putus sekolah akibat keterbatasan biaya.
Lebih lanjut BAZNAS memandang sektor pendidikan sebagai bentuk investasi sosial jangka panjang yang membutuhkan kontribusi berkelanjutan dari dana zakat.
Ke depan, BAZNAS Kabupaten Cianjur berkomitmen memperkuat sinergi dengan Dinas Pendidikan, muzakki, dan pemangku kepentingan lainnya agar jangkauan program dapat semakin diperluas.
"Tujuan kami adalah memastikan anak-anak di Kabupaten Cianjur tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tanpa terkendala keterbatasan ekonomi," tutur Hilman. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

