Mahasiswa Unpas Jalankan Program Pemberdayaan Berkelanjutan di Desa Hujungtiwu Ciamis
Agenda KKN ini dirancang agar tidak sekadar menuntaskan kewajiban administratif kampus semata, melainkan mengedepankan pola pemberdayaan berbasis partisipasi warga.
CIAMIS – Pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pasundan (Unpas) di Desa Hujungtiwu, Kabupaten Ciamis, menjadi bentuk nyata dari peneraparan tridarma perguruan tinggi.
Mahasiswa turun langsung dalam memfasilitasi proses pemberdayaan warga setempat.
Seluruh program yang dirancang disesuaikan dengan hasil pemetaan kebutuhan dan potensi desa, yang mencakup sektor pendidikan, tata kelola administrasi, kesehatan, lingkungan, olahraga, keagamaan, hingga pelestarian seni budaya.
Dalam pelaksanaannya, agenda KKN ini dirancang agar tidak sekadar menuntaskan kewajiban administratif kampus semata, melainkan mengedepankan pola pemberdayaan berbasis partisipasi warga.
Koordinator Desa KKN, Jihan Naisiha, menuturkan bahwa para mahasiswa bertindak sebagai fasilitator yang mengaitkan teori akademis dengan kebutuhan riil di lapangan, sementara masyarakat ditempatkan sebagai mitra utama.
Pendekatan interaktif ini diharapkan melahirkan program yang kontekstual serta membawa dampak positif bagi warga Hujungtiwu.
Di bidang pendidikan, gerakan literasi diinisiasi melalui program JELAJAH KATA (Jejak Literasi Anak Bangsa) untuk menumbuhkan minat baca siswa sekolah dasar.
Koordinator program JELAJAH KATA, Nabila Safira Azzahra, menjelaskan bahwa kegiatan ini dikonsep secara sederhana namun efektif agar anak-anak tidak sekadar membaca, melainkan juga mampu memahami isi bacaan.
"Siswa diminta membaca buku, lalu menuliskan kembali ringkasan atau gagasan mereka pada selembar kertas sebelum dimasukkan ke dalam kotak jejak literasi," ujarnya, Jumat (21/8/2026).
Nabila Safira Azzahra menyampaikan bahwa keberadaan kotak tersebut menjadi lambang nyata bahwa aktivitas membaca selalu membuahkan hasil pemikiran yang dapat diarsipkan.
"Setiap catatan peserta didik mencerminkan perjalanan belajar dan pemahaman mereka terhadap bacaan. Melalui metode ini, para siswa dilatih untuk mengolah informasi serta mengekspresikan kembali pemikiran mereka secara runtut dan berkelanjutan," katanya.
Guna menyelaraskan wawasan lingkungan dan kreativitas, mahasiswa KKN juga mempraktikkan teknik pembuatan eco print. Pelatihan ini memanfaatkan bahan-bahan dari alam sekitar untuk menghasilkan motif kain yang unik.
"Melalui pemanfaatan dedaunan dan bagian tumbuhan lokal, peserta diajak untuk lebih bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab," ungkapnya sembari tersenyum manis.
Penanggung jawab kegiatan pembuatan eco print menuturkan bahwa pembelajaran berbasis praktik kreatif ini berhasil menyatukan unsur pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian lingkungan.
Menurutnya, hasil akhir dari kain eco print hanyalah bonus, sementara tujuan utamanya adalah membangun kesadaran kolektif warga akan pentingnya menjaga ekosistem alam.
Pada sektor tata kelola administrasi desa, kontribusi mahasiswa diwujudkan lewat pembuatan pemetaan wilayah. Sekretaris Desa KKN, Nurul Hidayanti, menyebutkan bahwa pemetaan ini ditujukan sebagai sarana navigasi visual bagi warga lokal maupun pendatang.
"Peta yang disusun mencakup lokasi penting seperti bangunan sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, pusat UMKM, serta kantor pemerintahan desa," imbuhnya.
Nurul Hidayanti mengungkapkan bahwa selain mempermudah pencarian lokasi strategis, peta terstruktur tersebut berfungsi sebagai alat promosi potensi daerah.
Dengan tersedianya data spasial yang rapi, profil Desa Hujungtiwu menjadi lebih mudah dikenal oleh pihak luar secara luas.
Sejalan dengan penguatan akses informasi publik, mahasiswa KKN turut memfasilitasi pembuatan standing banner terkait alur pelayanan administrasi desa.
Penanggung jawab kegiatan, Fitri Nursyifa, menyatakan bahwa sarana visual ini dihadirkan untuk memberikan transparansi mengenai jenis-jenis layanan yang bisa diakses warga di kantor desa.
Ia menerangkan bahwa penyajian alur pelayanan secara visual memudahkan warga dalam memahami persyaratan sebelum mengajukan permohonan administrasi.
Kehadiran banner pelayanan publik ini diharapkan mampu memotong alur kebingungan masyarakat dan meningkatkan kualitas transparansi di tingkat desa.
Dalam merespons era digital, mahasiswa KKN memberikan pendampingan pada sektor ekonomi lokal melalui modernisasi UMKM. Bendahara KKN, Nita Khairunnisa, menjelaskan bahwa langkah nyata yang dilakukan adalah fasilitasi dan pendampingan pembuatan QRIS untuk para pelaku usaha di Desa Hujungtiwu.
Lantas Nita Khairunnisa menegaskan bahwa penerapan transaksi nontunai merupakan langkah adaptif agar UMKM lokal dapat menyelaraskan diri dengan perubahan pola belanja masyarakat modern.
"Selain memberikan kepraktisan transaksi bagi pembeli, penguatan branding dan digitalisasi pembayaran ini disiapkan untuk mendongkrak daya saing produk lokal di ekosistem ekonomi digital," sambungnya.
Di sektor kesehatan, kolaborasi dilakukan lewat partisipasi aktif dalam kegiatan Posyandu serta sosialisasi pencegahan stunting. Penanggung jawab penyuluhan gizi dan Posyandu, Anisa Ata Azalia, memaparkan bahwa edukasi gizi seimbang difokuskan pada pemenuhan nutrisi anak dan pola asuh keluarga untuk menekan angka stunting.
Anisa Ata Azalia mengutarakan bahwa penyuluhan ini menjadi ruang diskusi interaktif bagi ibu-ibu dalam memahami pentingnya asupan bergizi demi tumbuh kembang anak secara optimal.
Ia menambahkan bahwa upaya penanganan stunting tidak bisa berdiri sendiri, melainkan memerlukan sinergi erat antara keluarga, tenaga kesehatan, serta pemerintah desa.
Sebagai sarana mempererat kebersamaan dan kesehatan fisik, mahasiswa menggalang kegiatan jalan santai yang diikuti sekitar 250 warga.
Penanggung jawab acara jalan santai, Alex Sandra, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta yang berasal dari sembilan dusun tersebut dipicu oleh konsep acara yang inklusif serta pembagian kupon doorprize.
Lalu Alex Sandra menegaskan bahwa ajang olahraga massal ini tidak hanya berfokus pada manfaat kesehatan tubuh, tetapi juga ampuh dijadikan wadah komunikasi dan perekat tali silaturahmi antarwarga Desa Hujungtiwu.
Usai agenda olahraga, mahasiswa melanjutkan edukasi lingkungan mengenai tata kelola sampah dari tingkat rumah tangga.
Penanggung jawab kegiatan penyuluhan sampah menekankan bahwa masalah limbah domestik berbanding lurus dengan derajat kesehatan masyarakat dan kebersihan permukiman.
Melalui penyuluhan tersebut, penanggung jawab program mengharapkan munculnya kesadaran baru di masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari dapur.
Perubahan perilaku sederhana ini dinilai mampu mengurangi timbulan sampah secara signifikan di lingkungan sekitar.
Kegiatan bernuansa keagamaan juga rutin digelar untuk mengokohkan nilai-nilai spiritual masyarakat.
Penanggung jawab program keagamaan, Puput Sofia Ramadhani, menyampaikan bahwa mahasiswa mengadakan lomba kaligrafi bagi anak-anak di TPA An-Nur serta pengajian rutin bersama kelompok ibu-ibu desa.
Dijelaskan Puput Sofia Ramadhani bahwa seni kaligrafi dipilih untuk menggabungkan kreativitas visual dengan nilai-nilai keislaman, sekaligus melatih rasa percaya diri anak-anak.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam pengajian warga turut membangun hubungan emosional dan rasa kekeluargaan yang harmonis selama masa KKN.
Pada aspek kebudayaan, mahasiswa mendorong pelestarian seni lokal melalui latihan menari bersama warga dan siswa SDN 1 Hujungtiwu, serta melakukan kunjungan budaya.
Penanggung jawab program kesenian, Rista Riskia Putri, menerangkan bahwa latihan tari menjadi sarana efektif dalam mengenalkan seni tradisional kepada generasi muda sejak dini.
Rista Riskia Putri menyatakan bahwa penelusuran budaya juga dilakukan lewat kunjungan ke Saung Kataji Buhun Kiwari untuk mempelajari kearifan lokal secara langsung.
Rangkaian kegiatan seni ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan warisan budaya khas Desa Hujungtiwu agar tidak tergerus zaman.
Keseluruhan agenda KKN FKIP Unpas di Desa Hujungtiwu memformulasikan model pengabdian masyarakat yang terpadu dan saling melengkapi.
Keterlibatan mahasiswa sebagai fasilitator terbukti mampu mendorong partisipasi aktif warga dalam setiap lini pembangunan desa.
Bagi para mahasiswa, ruang pengabdian ini memberikan pengalaman lapangan yang nyata dalam mengasah kepekaan sosial, keterampilan berkomunikasi, serta kemampuan berkolaborasi sebelum terjun ke dunia profesional sebagai calon pendidik.
Wakil Koordinator Desa, Shifa Amel, berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat membawa angin segar berupa inovasi dan edukasi yang keberlanjutannya dapat diteruskan oleh warga serta pemerintah desa setempat.
Seluruh rangkaian pengabdian ini sejalan dengan moto mahasiswa KKN FKIP Universitas Pasundan di Desa Hujungtiwu, yakni "AKSI NYATA, DAMPAK NYATA".
Slogan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi, inovasi, serta pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan.
Keberhasilan program KKN ini pada akhirnya tidak hanya diukur dari banyaknya jumlah kegiatan yang terlaksana, melainkan dari besarnya nilai tambah serta partisipasi aktif warga.
"Melalui sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, pendidik, pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat, Desa Hujungtiwu didorong untuk menjadi wilayah yang mandiri, sehat, adaptif, serta berbudaya," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

