Babinsa di Majalengka dorong warga bangun sarana air bersih. (FOTO: Jaja Sumarja/TIMES Indonesia)

Babinsa di Majalengka Bangun Sarana Air Bersih, Warga Bertahan di Tengah Ancaman Kekeringan

Peltu Dedi Suryadi menuturkan, langkah ini berangkat dari keprihatinannya setelah melihat langsung warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

TIMES Jabar,Kamis 6 Agustus 2026, 12:48 WIB
63
J
Jaja Sumarja

MAJALENGKAMusim kemarau yang perlahan menyusutkan sumber-sumber air di pedesaan menjadi ujian nyata bagi warga Desa Kedung Kencana, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Di tengah situasi tersebut, sebuah inisiatif lahir bukan dari program besar, melainkan dari kepekaan seorang aparat teritorial yang melihat langsung denyut kesulitan masyarakat.

Adalah Peltu Dedi Suryadi, Babinsa Desa Kedung Kencana dari Koramil 1713 Ligung, Kodim 0617 Majalengka, yang menggerakkan warga membangun sarana penyediaan air bersih sebagai langkah konkret menghadapi dampak kekeringan yang mulai dirasakan.

Suasana kebersamaan tampak di sudut desa. Warga dari berbagai blok turun tangan dalam satu tujuan: memastikan air tetap mengalir di tengah musim yang kian kering.

Di bawah terik matahari, mereka bergotong royong membangun tempat penampungan air bersih yang berlokasi sekitar satu kilometer dari permukiman.

Lokasi tersebut dipilih karena dekat dengan sumber air tanah yang dinilai masih stabil, sehingga dapat menjadi tumpuan kebutuhan warga selama kemarau berlangsung.

Peltu Dedi Suryadi menuturkan, langkah ini berangkat dari keprihatinannya setelah melihat langsung warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

"Kami ingin memastikan masyarakat tetap memiliki akses air bersih. Dengan gotong royong, solusi bisa dihadirkan bersama," ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Lebih dari sekadar fasilitas darurat, sarana tersebut menjadi simbol ketahanan desa. Air yang ditampung dapat diakses secara gratis oleh seluruh warga yang membutuhkan.

Sumber airnya pun telah terdaftar di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta melalui uji kualitas di laboratorium di Bandung, sehingga dinyatakan layak untuk digunakan.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa mitigasi bencana tidak selalu menunggu kebijakan besar. Dari tingkat desa, kolaborasi sederhana mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.

Di tengah ancaman kekeringan yang kerap berulang setiap tahun, langkah kecil ini menjelma menjadi harapan besar.

Gotong royong yang terbangun tidak hanya menghadirkan air, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial sebagai fondasi ketahanan masyarakat menghadapi krisis air bersih(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.