Reuni Emas Dua Sahabat Lintas Negara, LPT Panghegar dan Jepang Kembali Retas Mimpi Kuliner Anak Bangsa
BANDUNG – Sebuah pertemuan yang sarat kenangan sekaligus harapan baru terjadi di Lembaga Pendidikan Terapan (LPT) Panghegar Bandung.
Delegasi dari Lembaga Persahabatan Indonesia Hamamatsu, Jepang, kembali menyambangi kampus kuliner ternama tersebut untuk memperdalam kerja sama pendidikan yang telah terjalin lebih dari satu dekade.
Rombongan yang datang kali ini dipimpin langsung oleh Tomonaga Shigeo, Ketua Komite Manajemen sekaligus Direktur Lembaga Persahabatan Indonesia Hamamatsu, didampingi Firdaus Priyo Hartomo dari Yataro Group, serta Nanase Hoshiro dari General Incorporated Association Fun Bank Jepang.
Direktur II LPT Panghegar, Zoel Ichwan Sy., menyambut hangat kedatangan delegasi tersebut.
Dalam kunjungan itu, Tomonaga Shigeo langsung turun tangan memperkenalkan masakan khas Jepang kepada para mahasiswa, lengkap dengan tutorial memasak yang diajarkan langsung oleh chef asal Negeri Sakura tersebut.
"Banyak sekali ilmu yang didapat mahasiswa kami dari tutorial langsung bersama Mr. Tomonaga," ujar Zoel, Senin (10/08/2026).
Materi masakan Jepang ini bukan sekadar pengayaan wawasan semata, melainkan telah menjadi bagian resmi dari kurikulum oriental menu di LPT Panghegar.
Zoel menegaskan, program semacam ini tidak akan berhenti pada satu kali kunjungan, melainkan akan ditindaklanjuti melalui program kerja sama berkelanjutan antara kedua lembaga, sehingga ke depannya setiap pengenalan masakan khas Jepang dapat dilakukan secara kolaboratif.
Fenomena berkembangnya kuliner Jepang di Kota Bandung turut menjadi sorotan.
Zoel menyebut, banyak anak muda yang kini menggemari masakan Jepang, bahkan bermimpi membangun karier langsung di Jepang, sejalan dengan tren pengiriman tenaga kerja Indonesia ke negara tersebut yang terus meningkat.
Kunjungan kali ini rupanya menyimpan kisah personal yang mengharukan bagi Tomonaga Shigeo.
Ia mengaku sangat tersentuh mengenang pertemuan pertamanya dengan Zoel Ichwan sekitar sebelas tahun silam, saat keduanya masih jauh lebih muda.
Momen reuni ini terasa istimewa baginya, apalagi setelah melihat kembali foto-foto lama dari kunjungan pertama mereka dan menyaksikan langsung bahwa persahabatan tersebut masih terjaga hingga kini.
Tomonaga menceritakan, sepulangnya dari Indonesia satu dekade lalu, ia turut mendalami masakan Indonesia di sekolahnya di Jepang.
Bahkan, hingga kini, setiap kali digelar festival Indonesia di Jepang, murid-murid sekolahnya kerap dilibatkan untuk memasak hidangan khas Indonesia seperti nasi goreng dan sate, termasuk berbagai menu halal lainnya.
"Setelah sepuluh tahun berlalu, dua orang Indonesia telah bergabung menempuh pendidikan di sekolah kami," ungkap Tomonaga, menandakan hubungan kedua lembaga pendidikan ini terus berkembang secara nyata.
Ia menambahkan, kunjungan kali ini bertujuan memperdalam agenda kerja sama yang lebih matang, agar kedua sekolah, baik di Indonesia maupun Jepang, dapat bersama-sama merencanakan masa depan pendidikan kuliner lintas negara.
Selama berada di Bandung, Tomonaga turut menyempatkan diri berkeliling ke sejumlah pusat perbelanjaan di mall-mall.
Ia mengaku terkesan mendapati begitu banyak bahan masakan Jepang yang kini sudah tersedia luas di Bandung, serta menyaksikan langsung semangat para pekerja muda Indonesia yang berkarier di restoran-restoran Jepang setempat.
Menurutnya, potensi besar anak muda Indonesia yang telah bekerja di industri kuliner Jepang perlu terus dikembangkan melalui pendidikan yang lebih terarah dari kedua belah pihak.
Ia berharap, kolaborasi antara LPT Panghegar dan lembaganya dapat membentuk karakter serta kompetensi generasi muda Indonesia, sehingga mampu naik ke level yang lebih tinggi di dunia kuliner Jepang secara internasional. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

