Korban keracunan MBG Pesantren Al Mansuriah dilarikan ke Puskesmas Cibatu Garut sejak Rabu, (22/7/2026) siang (Foto: Istimewa)

Keracunan Program MBG di Garut, 31 Santri dan Guru Dilarikan ke Puskesmas

Polisi bersama instansi terkait telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Petugas di lapangan juga tengah mengumpulkan keterangan dari pihak penyalur makanan guna memastikan penyebab pasti insiden ini.

TIMES Jabar,Kamis 23 Juli 2026, 12:05 WIB
586
A
Adis Cahyana

GARUTSebanyak 31 orang santri dan guru Pondok Pesantren Al Mansuriah di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (21/7/2026).

Seluruh korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Cibatu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengonfirmasi peningkatan jumlah pasien secara bertahap sejak Selasa siang.

Gejala awal dilaporkan oleh tiga orang sekitar pukul 13.00 WIB, sebelum bertambah menjadi 23 orang pada pukul 15.00 WIB, hingga mencapai total 31 orang pada Rabu malam.

"Hari ini kami memonitor terkait dengan kejadian keracunan. Seluruh korban dipusatkan di Puskesmas Cibatu agar kondisi kesehatannya dapat dipantau secara intensif," ujar Nurdin, Rabu (22/7/2026) malam.

Para korban dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, diare, pusing, dan sakit perut beberapa jam setelah menyantap hidangan berupa nasi putih, telur bumbu rendang, tempe asam manis, sayur sop, dan susu.

Salah seorang korban, Widia, mengaku tidak menemukan kejanggalan atau aroma aneh saat mengonsumsi makanan tersebut.

Secara terpisah, Kasi Humas Polres Garut Inspektur Dua Susilo Adhi menyatakan pihak kepolisian bersama instansi terkait telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

Petugas di lapangan juga tengah mengumpulkan keterangan dari pihak penyalur makanan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Hingga saat ini, tidak ada laporan korban meninggal dunia.

Namun Pemerintah Kabupaten Garut dan tenaga kesehatan masih melanjutkan pendataan terhadap warga atau penerima manfaat lain yang berpotensi mengalami gejala serupa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Adis Cahyana
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.