Ketua Grumala Naro menunjukan bata kuno yang ditemukan di Kabupaten Majalengka. (FOTO: Grumala for TIMES Indonesia)

Bata Kuno Mirip Candi Ditemukan di Ligung Majalengka, Jejak Peradaban Lama Terkuak

Temuan ini bukan sekadar tumpukan bata yang terkubur. Sejumlah struktur yang terlihat tersusun rapi justru memunculkan dugaan adanya peninggalan bangunan dari masa lampau.

TIMES Jabar,Kamis 13 Agustus 2026, 16:16 WIB
178
J
Jaja Sumarja

MAJALENGKAJejak masa lalu kembali muncul dari tanah Majalengka. Di tengah aktivitas pemakaman warga, sejumlah bata kuno berukuran lebih besar dari bata modern ditemukan di kawasan Blok Danaraja, Desa Ampel, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Temuan itu bukan sekadar tumpukan bata yang terkubur. Sejumlah struktur yang terlihat tersusun rapi justru memunculkan dugaan adanya peninggalan bangunan dari masa lampau, bahkan bentuknya disebut menyerupai konstruksi bangunan candi.

Ketua Group Madjalengka Baheula (Grumala), Nana Rohmana, atau akrab disapa Kang Naro, mengatakan temuan tersebut pertama kali dilaporkan kepadanya sekitar setahun lalu oleh Apid, kuncen Kompleks Makam Buyut Giwang di area pemakaman umum Blok Danaraja.

Saat melakukan penggalian liang kubur, Apid menemukan bata-bata berukuran tidak lazim. Temuan serupa, kata Nana, bahkan berulang kali muncul setiap kali dilakukan penggalian di kawasan tersebut.

"Menurut Pak Apid, temuan ini sudah lama. Setiap kali menggali kuburan selalu ditemukan bata-bata kuno. Kadang tersusun seperti pagar, lantai, bahkan ada bangunan melingkar seperti meja," ujar Naro kepada TIMES Indonesia, Kamis (13/8/2026)

Rasa penasaran terhadap temuan itu kemudian mendorong Naro mendatangi langsung lokasi.

Dari pengamatan di lapangan, ia memastikan bahwa bata yang ditemukan memang memiliki karakter berbeda dibandingkan bata yang digunakan pada bangunan masa kini.

Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka untuk mendapatkan penelusuran lebih lanjut.

Pada Rabu, 12 Agustus 2026, tim dari Bagian Kebudayaan Disparbud Majalengka bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) mendatangi lokasi. Peninjauan lapangan itu kembali menemukan indikasi struktur bata kuno.

Kali ini, struktur ditemukan di sekitar galian sumur yang berada tidak jauh dari rumah warga. Susunan bata tersebut terlihat memanjang dan oleh tim di lapangan disebut menyerupai struktur benteng.

Sampel bata dari lokasi juga telah diambil dan dibawa ke Disparbud Majalengka untuk menjadi bahan pemeriksaan lebih lanjut.

Bata kuno ditemukan di Kabupaten Majalengka. (FOTO: Grumala for TIMES Indonesia)
Bata kuno ditemukan di Kabupaten Majalengka. (FOTO: Grumala for TIMES Indonesia)

Naro berharap pemerintah segera melakukan penelitian arkeologis secara menyeluruh.

Sebab, tanpa kajian ahli, belum dapat dipastikan apakah struktur tersebut merupakan bagian dari permukiman masyarakat masa lalu, bangunan kolonial, atau justru peninggalan keagamaan seperti candi.

"Harapan saya, temuan ini segera ditindaklanjuti untuk dilakukan penelitian dan identifikasi. Apakah ini sisa bangunan penduduk zaman dulu atau sisa reruntuhan candi," katanya.

Menurut Naro, terdapat karakteristik yang membuat temuan tersebut menarik untuk diteliti. Pada susunan bata yang ditemukan, tidak terlihat sisa kapur, adukan pasir, maupun semen yang lazim dijumpai pada sejumlah konstruksi bangunan yang lebih modern.

"Kalau bekas bangunan penduduk atau bangunan Belanda biasanya terdapat sisa kapur atau adukan pasir dan semen. Ini susunan batanya tidak ditemukan sisa adukan, hanya bata-bata yang disusun layaknya bangunan candi," ujarnya.

Selain karakter struktur, faktor geografis juga menjadi perhatian. Lokasi temuan berada tidak jauh dari pertemuan aliran Sungai Cimanuk dan Sungai Cikeruh.

Dalam konteks sejarah peradaban, keberadaan sungai menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan permukiman masyarakat masa lalu. Aliran sungai tidak hanya menjadi sumber air, tetapi juga jalur mobilitas dan pusat aktivitas kehidupan masyarakat.

Karena itu, keberadaan struktur bata kuno di kawasan Ligung dinilai layak mendapatkan penelitian lebih mendalam untuk mengungkap kemungkinan adanya jejak peradaban lama di kawasan tersebut.

Namun, Naro menegaskan, dugaan mengenai candi maupun bangunan kuno lainnya belum dapat dipastikan sebelum dilakukan penelitian oleh ahli.

Kini, sejumlah bata telah berada di tangan Disparbud Majalengka. Dari potongan-potongan bata yang selama ini tersembunyi di bawah tanah, sebuah pertanyaan besar mulai muncul: peradaban apa yang pernah berdiri di tanah Ligung, Majalengka?

Jawabannya masih terkubur bersama struktur bata kuno itu, menunggu penelitian untuk membuka kembali cerita masa lalu Kabupaten Majalengka. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.