Pohon Kersen Mendadak Tumbang di Cianjur, Becak dan Motor Warga Ringsek Tertimpa
Padahal, situasi di sekitar lokasi saat itu dilaporkan cukup kondusif dengan cuaca yang cerah tanpa adanya hembusan angin kencang maupun kendala arus lalu lintas.
CIANJUR – Peristiwa mengejutkan terjadi di kawasan Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, saat sebuah pohon jenis kersen mendadak ambruk.
Insiden yang berlangsung ini menimpa satu unit becak serta sepeda motor yang tengah berhenti di bahu jalan.
Padahal, situasi di sekitar lokasi saat itu dilaporkan cukup kondusif dengan cuaca yang cerah tanpa adanya hembusan angin kencang maupun kendala arus lalu lintas.
Dalam hal ini seorang pedagang roti di sekitar lokasi kejadian bernama Nyai Nenah menuturkan bahwa jatuhnya pohon tersebut terjadi begitu cepat tanpa menunjukkan tanda-tanda rapuh sebelumnya.
Dia menceritakan bagaimana batang pohon langsung menghantam kendaraan yang sedang parkir, termasuk becak milik seorang pria lansia yang sedang menunggu penumpang.
"Menurut pengamatan saya, pohon tersebut jatuh di tengah suasana jalanan yang sebenarnya sedang normal dan tidak dalam kondisi cuaca buruk," ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Kamis (12/3/2026).
Meskipun kerusakan kendaraan cukup parah, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam musibah ini.
Pengemudi becak diketahui selamat dari maut, sementara pengendara motor yang terdiri dari seorang ibu dan anak remajanya hanya menderita luka ringan berupa lecet di area kaki.
"Beruntung, material pohon tidak sampai mengenai mobil atau kendaraan lain yang sedang melaju melintasi ruas jalan tersebut sehingga dampak kecelakaan tidak meluas," kata Nyai Nenah menuturkan.
Respons cepat segera ditunjukkan oleh pihak kewilayahan mulai dari Kelurahan Solokpandan, dinas kebersihan, hingga BPBD dan aparat kepolisian yang langsung mengamankan lokasi serta mengevakuasi batang pohon.
Mabruri, sang pemilik becak yang menjadi korban, diketahui merupakan seorang lansia yang tinggal sebatang kara di sebuah rumah kontrakan.
Ia sehari-hari hanya mengandalkan becak tersebut sebagai tumpuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena anak tunggalnya berada di luar kota.
Saksi lain menyebutkan bahwa besar kemungkinan Mabruri akan kembali menarik becak setelah armadanya selesai diperbaiki nanti. Hal ini dikarenakan menarik becak adalah satu-satunya keahlian dan mata pencaharian yang ia miliki saat ini.
Proses penanganan pasca-kejadian pun berjalan lancar sehingga akses jalan di pusat keramaian Cianjur tersebut dapat segera digunakan kembali oleh masyarakat dengan normal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




