Bapenda Majalengka Perkuat Sinergi Antar OPD, Genjot PAD Lewat Optimalisasi Retribusi Daerah
Pemerintah Kabupaten Majalengka (Pemkab Majalengka) melalui Bapenda Majalengka, terus bergerak memperkuat fondasi pendapatan daerah di tengah tuntutan pembangunan yang semakin dinamis.
MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka (Pemkab Majalengka) melalui Bapenda Majalengka, terus bergerak memperkuat fondasi pendapatan daerah di tengah tuntutan pembangunan yang semakin dinamis.
Langkah strategis diambil Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Majalengka dengan menggelar koordinasi penggalian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi layanan retribusi daerah.
Strategi itu dibahas bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu layanan retribusi.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai OPD strategis, di antaranya Dinas Perhubungan (Dishub) Majalengka, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin) Kabupaten Majalengka.
Sinergi lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengelolaan retribusi yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.

Kepala Bapenda Kabupaten Majalengka, Rachmat Gunandar, menegaskan bahwa koordinasi antar perangkat daerah menjadi kunci penting dalam memaksimalkan potensi PAD yang selama ini tersebar di berbagai sektor layanan publik.
Menurutnya, optimalisasi retribusi daerah bukan hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan semata, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik yang lebih modern dan akuntabel.
"Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap potensi penerimaan daerah dapat dikelola secara maksimal dengan tetap mengedepankan kemudahan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya, Selasa (12/5/2026)
Dalam forum koordinasi tersebut, pemerintah daerah turut membahas penguatan pengawasan, pemetaan potensi penerimaan di setiap sektor, hingga percepatan digitalisasi sistem pembayaran retribusi.
Langkah ini, kata dia, dinilai penting agar pengelolaan pendapatan daerah mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pelayanan masyarakat yang semakin cepat dan praktis.
Selain itu, kolaborasi antar OPD juga diarahkan untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan layanan retribusi sehingga tercipta sistem yang lebih tertib, efisien, dan terukur.
"Dengan integrasi layanan yang semakin kuat, masyarakat kita harapkan dapat memperoleh pelayanan retribusi yang lebih mudah, cepat, serta transparan," ungkapnya.
Pemkab Majalengka optimistis, penguatan sinergi antar perangkat daerah akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan PAD.
Pendapatan daerah yang terus tumbuh diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan
"Mulai dari peningkatan infrastruktur, penguatan pelayanan publik, hingga mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Majalengka," jelas Kepala Bapenda Kabupaten Majalengka. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

