Gerakan Irigasi Bersih di Lakbok Utara Kota Banjar, BBWS Citanduy Amankan Pasokan Air Musim Tanam II
BBWS Citanduy memproyeksikan ketersediaan debit air dari Bendungan Leuwikeris sanggup bertahan hingga akhir Musim Tanam II pada September mendatang.
BANJAR – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy menggelar aksi Gerakan Irigasi Bersih secara serentak di seluruh Indonesia yang dilaksanakan di Saluran Irigasi Pasok, yang merupakan bagian dari Daerah Irigasi (DI) Lakbok Utara di Desa Waringinsari Kecamatan Langensari Kota Banjar, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Tani ke-81 ini melibatkan unsur Forkopimda, jajaran Kepolisian, TNI, serta Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Kepala BBWS Citanduy, Roy Panagom Pardede, S.T., M.Tech, menyampaikan bahwa aksi gotong royong ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan jaringan irigasi yang selama ini kerap terhambat oleh sampah.
"Kami ingin membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga saluran irigasi. Jangan ada pemikiran karena ini kewenangan pusat, maka hanya petugas pusat yang membersihkan. Manfaat irigasi ini dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga pemeliharaannya menjadi tanggung jawab bersama," ujar Roy di lokasi kegiatan.
Aksi pembersihan tersebut dibagi ke dalam empat hingga lima titik lokasi dan diproyeksikan akan terus berlanjut di seluruh jaringan irigasi di bawah kewenangan BBWS Citanduy, seperti DI Manganti dan DI Padaherang.
Ke depan, BBWS Citanduy juga merencanakan program edukasi ke sekolah-sekolah guna menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini kepada para siswa.
Jamin Pasokan Air Musim Kemarau via Bendungan Leuwikeris
Menghadapi datangnya musim kemarau, BBWS Citanduy memastikan pasokan air untuk wilayah Kota Banjar, Ciamis, hingga kawasan Lakbok Utara berada dalam kondisi aman.
Keandalan suplai air pada Musim Tanam (MT) II ini didukung penuh oleh pengoperasian Bendungan Leuwikeris.
"Untuk pasokan air MT II dijamin aman karena sudah dibantu suplai dari Bendungan Leuwikeris. Jika tidak ada bendungan ini, risiko kekeringan akan sangat tinggi," kata Roy.
Ia menambahkan, pengoperasian Bendungan Leuwikeris saat ini tidak hanya diperuntukkan bagi irigasi pertanian, tetapi juga difungsikan untuk pemenuhan kebutuhan air minum.
Manajemen alokasi air diatur secara presisi oleh Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) agar kebutuhan lahan pertanian terpenuhi hingga masa panen.
Mengenai respons cepat penanganan potensi kekeringan, pihak BBWS Citanduy langsung menerjunkan tim saat menerima laporan kelangkaan air di kawasan Sindanghayu dengan mengalirkan pasokan suplemen ke wilayah terdampak.
BBWS Citanduy memproyeksikan ketersediaan debit air dari Bendungan Leuwikeris sanggup bertahan hingga akhir MT II pada September mendatang, seiring dengan menurunnya intensitas kebutuhan air tanaman padi menjelang masa panen. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

