Mencermati Ancaman Punahnya Lobster di Laut Pangandaran
TIMES Jabar/Jeje Wiradinata tokoh masyarakat Pangandaran (Foto: TIMES Indonesia/Pangandaran)

Mencermati Ancaman Punahnya Lobster di Laut Pangandaran

Ekosistem laut di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tengah menghadapi ancaman serius. Populasi lobster yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan nelayan setempat dilaporkan mengalami penurunan drastis dan terancam punah.

TIMES Jabar,Kamis 19 Februari 2026, 19:17 WIB
915
S
Syamsul Ma'arif

PANGANDARANEkosistem laut di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tengah menghadapi ancaman serius. Populasi lobster yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan nelayan setempat dilaporkan mengalami penurunan drastis dan terancam punah.

Dalam beberapa tahun terakhir, para nelayan mengaku semakin sulit menangkap lobster di perairan sekitar Pangandaran.

Jika sebelumnya mereka bisa memperoleh tangkapan dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar, kini hasilnya menurun tajam. Bahkan, tidak sedikit nelayan yang pulang melaut tanpa membawa hasil.

Penurunan populasi lobster ini diduga dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari penangkapan berlebihan (overfishing), penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, hingga maraknya praktik penangkapan benih bening lobster (BBL) secara ilegal.

Selain itu, perubahan iklim dan kerusakan terumbu karang juga turut memperburuk kondisi habitat alami lobster.

Jeje Wiradinata tokoh masyarakat Pangandaran menyebutkan, jika tidak ada langkah tegas dan kolaboratif, ancaman kepunahan lobster di Pangandaran bukan lagi sekadar isu, melainkan kenyataan yang akan berdampak luas.

“Kejadian ini bukan hanya soal hilangnya satu komoditas, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekosistem laut dan mata pencaharian masyarakat pesisir,” kata Jeje, Kamis (19/2/2026).

Selama ini, lobster menjadi salah satu sumber penghasilan utama bagi nelayan tradisional di Pangandaran. Penurunan populasi secara signifikan tentu berdampak langsung pada pendapatan mereka.

Jeje menegaskan, harus segera memperketat pengawasan dan memberikan solusi alternatif agar keberlanjutan sumber daya laut tetap terjaga.

Peran Pemerintah bersama aparat penegak hokum harus meningkatkan patroli dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lobster.

“Penyelamatan lobster di Pangandaran membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah, nelayan, dan masyarakat, tanpa kesadaran kolektif, bukan tidak mungkin generasi mendatang hanya akan mengenal lobster Pangandaran sebagai cerita masa lalu,” pungkas Jeje. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Syamsul Ma'arif
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.