Winner Putri Duta Pendidikan Jawa Barat 2026, Nabila Safira Azzahra. (FOTO: Abel for TIMES Indonesia)

Kisah Nabila Safira Azzahra dan Upayanya Gagas Kemandirian Finansial Generasi Muda

Dara yang akrab disapa Abel ini dikenal publik bukan hanya karena gelarnya, melainkan karena gagasan konkretnya dalam membenahi literasi generasi muda di era digital.

TIMES Jabar,Selasa 21 Juli 2026, 12:42 WIB
300
W
Wandi Ruswannur

SUBANGDunia pendidikan dan kebudayaan Jawa Barat kini memiliki wajah baru yang penuh energi dalam diri seorang gadis bernama lengkap Nabila Safira Azzahra

Perempuan cantik berusia 21 tahun asal Kabupaten Subang, ini resmi menyandang amanah sebagai peraih selempang Winner Putri Duta Pendidikan Jawa Barat 2026. 

Anak kedua dari dua bersaudara yang akrab disapa Abel ini dikenal publik bukan hanya karena gelarnya, melainkan karena gagasan konkretnya dalam membenahi literasi generasi muda di era digital. 

Melalui akun media sosial Instagram miliknya di @nabilaaazhrr_ mahasiswi aktif program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pasundan ini rajin membagikan aktivitas edukasi dan kegemarannya menari tradisional serta modern.

Sebagai representasi pemuda pendidik, selama ini Abel memiliki rekam jejak yang mengagumkan dengan menyelaraskan kompetensi akademik dan nonakademik. 

Sejak masa sekolah dasar hingga menengah kejuruan, ia konsisten mempertahankan prestasi sebagai juara kelas yang kemudian mengantarkannya meraih beasiswa penuh bebas sumbangan pembinaan pendidikan selama satu semester saat SMK. 

Dia membuktikan dengan menyabet juara pertama turnamen bola basket himpunan mahasiswa tingkat jurusan, juara kedua lomba tari kreasi antar-kelas tingkat jurusan, hingga sempat menduduki juara kelima lomba fashion show antar-kelas demi melatih komunikasi publik. 

Kemudian dalam hal ini kecintaannya pada akar budaya Sunda juga terbukti lewat pencapaian meraih emas sebagai juara pertama lomba tari rampak tradisional tingkat Jawa Barat.

Jawab Tantangan Zaman Lewat Platform AGH

Secara khusus keprihatinan mendalam terhadap maraknya kasus penipuan siber dan jeratan utang digital mendorong Abel melahirkan sebuah gerakan perubahan. 

Ia mendirikan platform pemberdayaan berbasis komunitas yang dinamakan Adaptive Generation Hub atau AGH dengan fokus utama pada karakter tangguh dan finansial utuh. 

Metode yang diterapkan dalam gerakan ini bertumpu pada pembelajaran berbasis pengalaman guna memotong mata rantai kesenjangan teknologi serta rendahnya pemahaman manajemen keuangan di kalangan remaja. 

"Platform ini digerakkan melalui tiga pilar utama yakni integritas digital untuk pendidikan karakter, resiliensi ekonomi untuk literasi finansial, dan penguatan identitas budaya lokal," ujarnya, Senin (21/7/2026).

Abel memaparkan bahwa pilar integritas digital diwujudkan dengan menghadirkan laboratorium simulasi kejahatan online agar pelajar mampu melakukan bermain peran saat menghadapi ancaman peretasan data pribadi. 

Sementara itu, pilar kedua mengajarkan pengelolaan uang saku modern dengan metode anggaran berbasis budaya agar remaja terhindar dari jebakan pinjaman online ilegal. 

Ia menjelaskan pula bahwa pilar ketiga bertugas mengintegrasikan filosofi luhur Sunda seperti silih asah, silih asih, silih asuh ke dalam kepemimpinan agar pemanfaatan teknologi tidak menanggalkan jati diri asli. 

"Program ini juga didukung kegiatan keamanan digital dan keuangan cerdas untuk remaja yang mencakup simulasi keuangan saku hingga edukasi investasi dasar," katanya sembari tersenyum manis.

Peluang dan Harapan Masa Depan

Lebih lanjut pengembangan platform edukasi tersebut tentunya menghadapi halangan dan dinamika tersendiri di lapangan yang menuntut strategi matang. 

Dirinya melihat tingginya penetrasi internet di kalangan anak muda Jawa Barat sebagai peluang eksponensial untuk menyebarkan informasi secara inklusif dengan dukungan dinas kebudayaan dan pariwisata. 

Namun, ia tidak menampik adanya tantangan nyata berupa disparitas infrastruktur teknologi antara wilayah perkotaan dan pelosok pedesaan di Jawa Barat. 

"Masifnya ancaman degradasi moral akibat budaya instan di dunia maya juga memaksa untuk terus memutar otak demi menghadirkan solusi edukasi kreatif tanpa harus bergantung pada fasilitas teknologi yang mahal," ucapnya.

Lalu Abel menjabarkan bahwa visi jangka panjang dari gerakan ini adalah melahirkan fondasi pendidikan karakter digital yang mandiri dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. 

Melalui platform AGH, Abel berharap dapat melihat peningkatan nyata pada ketahanan mental, penurunan drastis korban kejahatan siber, serta melesatnya literasi keuangan demi memperkuat ekonomi kreatif via UMKM lokal. 

"Untuk itu saya menargetkan program pembinaan yang adaptif ini kelak bisa diadopsi secara resmi oleh sekolah-sekolah formal dan pihak terkait lainnya," ungkapnya dengan nada penuh yakin.

Selain itu, pembentukan fasilitator sebaya di setiap daerah diharapkan mampu menjaga roda gerakan pemberdayaan ini tetap berputar secara mandiri tanpa ketergantungan sepihak.

Bersinergi Demi Kemajuan Bersama

"Sampurasun warga Jawa Barat, khususnya rekan-rekan generasi muda tercinta," tutur Abel saat menyampaikan pesan dengan penuh semangat. 

Ia menegaskan bahwa masa depan bangsa ini tidak ditentukan oleh seberapa canggih gawai yang digenggam, melainkan oleh seberapa kuat karakter dan kebijaksanaan manusia dalam mengendalikannya. 

Menurutnya, pemuda Jawa Barat harus membuktikan diri bahwa mereka bukan sekadar penonton di era digital melainkan aktor utama yang cerdas secara finansial, tangguh secara moral, dan bangga akan akar budaya sendiri. 

"Lebih jauh saya mengajak seluruh elemen masyarakat terutama generasi muda untuk bersama-sama menerapkan nilai silih asah, silih asih, silih asuh baik di dunia nyata maupun siber," imbuh Abel.

Pencapaian yang diraihnya hingga saat ini diakui tidak lepas dari sokongan penuh ekosistem yang berada di sekelilingnya. Ia menyebut orang tua sebagai kekuatan utama, sumber restu terbesar, dan kompas moral yang selalu menanamkan ketangguhan dalam dirinya sejak usia dini. 

Dukungan yang mengalir dari rekan mahasiswa, dosen program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pasundan, serta keluarga besar Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi juga menjadi ruang kritik konstruktif yang mendewasakan pemikirannya. 

"Kepercayaan dari Yayasan Karya Muda Duta Pendidikan Jawa Barat beserta komunitas lokal menjadi energi utama bagi saya untuk mengabdi seutuhnya demi kemajuan dunia pendidikan," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Wandi Ruswannur
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.