Dian Nurhidayah Suarakan Self Growth dan Keberanian Muslimah untuk Bertumbuh
Berusia 25 tahun asal Cirebon Jawa Barat, Dian merupakan bungsu dari dua bersaudara yang memilih jalan komunikasi sebagai nafas pengabdiannya.
CIREBON – Langkah kaki perempuan muda bernama Dian Nurhidayah tampak mantap saat menceritakan perjalanan hidupnya yang kini banyak dihabiskan di depan mikrofon dan sorotan kamera.
Berusia 25 tahun asal Cirebon Jawa Barat, Dian merupakan bungsu dari dua bersaudara yang memilih jalan komunikasi sebagai nafas pengabdiannya.
Lulusan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tersebut kini dikenal sebagai sosok yang lihai merangkai kata.
Dian bercerita bahwa ketertarikannya pada dunia publik sudah terpupuk sejak lama melalui hobi yang berkaitan erat dengan kreativitas dan pengembangan diri.
"Bagi saya berbicara di depan umum bukan sekadar pekerjaan, melainkan seni untuk menyampaikan pesan yang menyentuh hati audiens," ujarnya kepada TIMES Indonesia, Senin (11/5/2026).
Melalui media sosial dengan akun Instagram @itsdiaanf, ia sering membagikan potongan kehidupan dan pemikiran yang inspiratif kepada para pengikutnya.
Jejak Profesional di Panggung Protokol dan Bisnis Pernikahan
Dunia pemandu acara telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas seorang Dian.
Hingga saat ini, ia tercatat telah sukses memandu lebih dari 100 acara, mulai dari seremoni pernikahan yang intim hingga acara formal yang menuntut keprofesionalan tinggi.
Kemampuannya ini tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari ketekunan mengikuti berbagai kelas profesional hingga mendapatkan sertifikasi resmi di bidang public speaking dan MC.
Kiprahnya di dunia kompetisi juga terbilang gemilang dengan keberhasilannya menembus jajaran Top 16 National MC Competition 2025 yang diselenggarakan oleh Skill Update.
Tidak berhenti di situ saja, lebih lanjut ia juga dipercaya mengemban amanah sebagai Duta Pembicara Muda Indonesia 2025 Batch 2.
Masyarakat yang ingin melihat portofolio kepiawaiannya saat memandu acara dapat mengintip akun Instagram @itsdiaan_mc yang didedikasikan khusus untuk karier profesionalnya.
Selain mahir berbicara, Dian juga merambah dunia wirausaha dengan mendirikan Auraya Project, sebuah unit bisnis yang bergerak di bidang wedding organizer.
Kemudian melalui akun Instagram @auraya.project, ia menunjukkan sisi manajerialnya dalam menyusun konsep pernikahan impian bagi klien-kliennya.
"Saat ini saya juga sedang fokus mengembangkan personal branding communication sebagai bagian dari ekspansi karier kreatif di era digital," katanya sembari tersenyum manis.
Advokasi Pemberdayaan dan Ruang Bertumbuh bagi Muslimah
Semangat Dian untuk memberi dampak positif membawanya masuk ke dalam jajaran Finalis Top 25 Putri Hijabfluencer Jawa Barat 2026. Dalam ajang tersebut, ia membawa misi besar mengenai pertumbuhan diri atau self growth dan pemberdayaan muslimah.
"Saya melihat masih banyak perempuan yang sebenarnya memiliki mimpi besar, namun seringkali terbelenggu oleh rasa ragu dan ketakutan akan penilaian orang lain," tuturnya.
Ia ingin mengajak perempuan untuk lebih berani mengenal dirinya dan terus berkembang tanpa harus menunggu menjadi sempurna dulu. Dia menekankan bahwa melalui media sosial, ia berupaya menyebarkan konten reflektif dan voice over inspiratif.
"Tujuannya sederhana namun mendalam, yakni meyakinkan para perempuan bahwa mereka tetap bisa berdaya tanpa harus kehilangan nilai-nilai sebagai seorang muslimah," ungkapnya.
Lebih jauh Dian menyadari bahwa tantangan di era digital sangat nyata, terutama terkait standar kesempurnaan yang sering memicu rasa rendah diri.
Menurutnya, perempuan hebat bukanlah mereka yang tidak memiliki cela, melainkan mereka yang mau bangkit dan menikmati setiap proses pertumbuhan.
"Saya sangat berharap gerakan yang dimulainya tidak berhenti pada ajang kecantikan semata, melainkan menjadi ruang yang berkelanjutan bagi perempuan di Jawa Barat," sambungnya.
Melawan Ketakutan di Dalam Diri Sendiri
Dian menitipkan pesan mendalam bagi generasi muda agar tidak terlalu keras terhadap diri sendiri dalam mengejar pencapaian.
Ia berpendapat bahwa tidak semua proses harus terlihat sempurna di mata dunia karena esensi dari perjuangan adalah keberanian untuk memulai.
"Bagi saya bahwa setiap individu itu memiliki waktu dan ritme masing-masing dalam mencapai kesuksesan," imbuh Dian menjabarkan dengan nada optimis.
Proses terberat bukan selalu melawan dunia, tetapi melawan rasa takut yang ada dalam diri sendiri. Dian percaya bahwa setiap perempuan layak untuk bertumbuh dan berkembang melampaui kegagalannya.
"Saya mengajak anak muda untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan potensi besar yang tersimpan, karena kekuatan sejati muncul saat seseorang memutuskan untuk tetap melangkah meskipun perlahan," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

