Lewat 'Circle of Goodness', Salma Salsabila Membangun Ruang Bertumbuh bagi Generasi Muda
Gerakan yang diusung dengan semangat Sembuh, Tumbuh, Utuh ini menggabungkan kepedulian sosial, pendidikan, literasi Al-Qur'an, dan penguatan karakter generasi muda.
GARUT – Langkah kaki perempuan muda bernama lengkap Salma Salsabila kelahiran Kabupaten Garut, Jawa Barat, ini tampak mantap menapaki arena pengabdian.
Sosok cantik berusia 23 tahun yang akrab disapa dengan Salma, mendedikasikan energinya untuk merangkul dan menguatkan sesama anak muda.
Anak kedua dari lima bersaudara ini meyakini bahwa anak muda membutuhkan lingkungan yang aman untuk bertumbuh, belajar, didengar, dan saling menguatkan.
"Saya percaya bahwa generasi muda tidak hanya membutuhkan ruang untuk berprestasi, tetapi juga memerlukan lingkungan yang aman untuk bertumbuh," ujar Salma, Minggu (16/8/2026).
Menurut penuturannya, bahwa kebaikan yang sederhana jika dilakukan secara bersama dan konsisten pasti bisa membawa dampak yang besar bagi lingkungan sekitar.
Rekam Jejak Prestasi dan Pengalaman Kerja
Keinginan Salma untuk terus menebar manfaat berakar dari latar belakang pendidikan dan pengalaman kerjanya yang solid.
Lulusan Pondok Pesantren Sukahideng, Singaparna, Tasikmalaya dan S1 Akuntansi Syariah UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini mengukir rekam jejak akademik yang gemilang.
Tercatat ia menjadi Mahasiswa Terbaik Program Studi Akuntansi Syariah Tahun 2024, hingga didapuk menjadi Lulusan Terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Tahun 2025 dengan IPK 3,97.
Pengalaman kepemimpinannya teruji saat dipercaya menjadi Host Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2023/2024 yang dihadiri 7.406 peserta.
Kemampuannya mengekspresikan diri juga terasah lewat seni dan literasi, terbukti dari capaian Juara 1 Lomba Menyanyi Tahun 2025, Juara 2 Lomba Nasyid Tahun 2025, serta menjadi penulis terpilih Lomba Surat nulisquotes Batch 5.
Berbekal potensi tersebut, Salma berhasil meraih Runner Up 2 Miss Hijab Jawa Barat 2026, Miss Hijab Berbakat Jawa Barat 2026, hingga akhirnya mengemban amanah utama sebagai Miss Hijab Pendidikan Jawa Barat 2026.
Di tengah kesibukan mengemban gelar tersebut, perempuan yang aktif di akun Instagram @sal.mmaa_ ini sehari-hari bekerja sebagai Public Relations Officer di SMP Talenta Juara Bandung sekaligus menjadi crew Wedding Organizer di Amigo Wedding.
Menggerakkan Circle of Goodness
"Gelar dan ruang gerak yang didapatkan saya abdikan untuk memperluas gerakan sosial yang dinamai dengan Circle of Goodness (COG)," tutur Salma sembari tersenyum manis.
Gerakan yang diusung dengan semangat Sembuh, Tumbuh, Utuh ini menggabungkan kepedulian sosial, pendidikan, literasi Al-Qur'an, dan penguatan karakter generasi muda.
"Salah satu program unggulan yang terus dikembangkan adalah free weekend tutoring, yaitu ruang belajar terbuka bagi anak-anak yang memadukan akademik dengan nilai kepedulian," ucap Salma.
Lebih lanjut Salma menjelaskan bahwa peluang mengembangkan gerakan ini sangat terbuka lebar karena anak muda dekat dengan informasi dan teknologi.
Namun, tantangan terbesar Salma dalam menjalankan advokasinya selama ini adalah menjaga agar gerakan sosial tidak berhenti pada konten seremonial di media sosial saja.
Disampaikannya pula bahwa keterbatasan waktu, pendanaan, dan konsistensi menjadi hal yang harus diselesaikan lewat jalur kolaborasi bersama sekolah, komunitas, dan masyarakat luas.
"Menjadi Miss Hijab bukan hanya tentang mengenakan mahkota atau selempang, tetapi tentang bagaimana menggunakan kesempatan untuk memberikan manfaat dan membawa perubahan," tegas Salma.
Menjaga Semangat Kolaborasi dan Keberlanjutan
Perjalanan panjang yang ditempuh Salma hingga berada di titik ini tidak lepas dari dorongan lingkungan terdekatnya. Ia menegaskan bahwa amanah yang diembannya akan terus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
"Orang tua dan keluarga menjadi sumber kekuatan terbesar melalui doa dan dukungan moral, disusul oleh peran teman-teman, rekan kerja, serta jaringan komunitas yang selalu siap berkolaborasi," tuturnya.
Lalu lebih jauh dirinya merangkul seluruh anak muda agar tidak ragu memulai langkah kecil dalam berbuat baik tanpa harus menunggu kondisi yang sempurna.
Kemudian menurut penuturannya, membantu teman belajar, mendengarkan cerita sahabat, atau mengajar Al-Quran sudah menjadi bentuk kontribusi yang sangat berarti.
"Mari menjadi generasi yang tidak hanya sukses untuk diri sendiri, tetapi juga bermanfaat untuk sesama," tutup Salma. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

