Mengulik Kiprah dan Misi Farah Azzahra Aulia dalam Melestarikan Napas Budaya Sunda
Di usianya yang baru menginjak 22 tahun, Farah telah mendedikasikan hidupnya untuk menjaga denyut nadi kesenian tradisional di tengah gempuran modernisasi.
CIMAHI – Di sudut Kota Cimahi, seorang perempuan muda tampak sibuk menyelaraskan gerak jemari dan langkah kakinya. Farah Azzahra Aulia atau yang akrab disapa Farah, bukan sekadar penari biasa.
Di usianya yang baru menginjak 22 tahun, bungsu dari tiga bersaudara ini telah mendedikasikan hidupnya untuk menjaga denyut nadi kesenian tradisional di tengah gempuran modernisasi.
Dalam hal ini lulusan Sarjana Pendidikan Seni Tari dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini memahami betul bahwa gelar akademik hanyalah pintu masuk.
Baginya panggung sesungguhnya adalah masyarakat. Hal ini ia buktikan melalui kesehariannya yang dinamis sebagai freelancer tari tradisional, pelatih tari, hingga merambah dunia kecantikan sebagai makeup artist.
Langkah Kaki di Jalur Prestasi
Jejak prestasi Farah dalam dunia seni tari tanah air patut diperhitungkan.
Ia tercatat pernah menyabet gelar Juara 2 Pasanggiri Jaipong tingkat Provinsi Jawa Barat pada tahun 2017, disusul dengan raihan Juara 3 pada ajang yang sama di tahun berikutnya.
"Saya juga pernah menduduki podium pertama dalam FLS2N Tari Kreasi tingkat Kota Cimahi tahun 2019," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Selasa (12/5/2026).

Kemudian puncaknya, dedikasi dan kecintaan Farah terhadap budaya membawanya terpilih dengan meraih selempang sebagai Mojang Parigel Kota Cimahi tahun 2022.
"Gelar ini bukan sekadar atribut, melainkan tanggung jawab besar yang saya emban untuk mempromosikan pariwisata dan kebudayaan daerah secara lebih luas," imbuhnya.
Jembatan Tradisi dan Modernitas
Dalam menjalankan perannya, Farah aktif mengajarkan seni tari tradisional kepada anak-anak dan remaja. Ia percaya bahwa pendekatan yang modern dan relatable adalah kunci agar anak muda tidak meninggalkan akar budayanya.
Lalu lebih lanjut sebagai bagian dari keluarga besar Paguyuban Mojang Jajaka Kota Cimahi, ia sering terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan promosi pariwisata.
"Peluang digitalisasi budaya menurut saya sangat besar karena seni sekarang bisa dipromosikan lewat media sosial tanpa terbatas daerah," ucap Farah saat menjelaskan visinya.
Melalui akun media sosial Instagram @farahazzra_ dan TikTok @pardumdum, ia mencoba menyebarkan semangat mencintai budaya Sunda kepada generasi muda dan para pengikutnya.
Menghadapi Tantangan Zaman
Meski penuh semangat, Farah tak menampik adanya tantangan besar, terutama fluktuasi minat generasi muda akibat pengaruh budaya populer global.
"Saya menyoroti masih minimnya dokumentasi seni tradisional yang memadai serta keterbatasan ruang gerak bagi pegiat seni di beberapa daerah," ungkapnya menjelaskan.
Ia berharap bisa terus memperluas dampak positif melalui edukasi seni tari, sehingga generasi muda tidak hanya melihat budaya sebagai warisan, tapi juga mencintai dan mengembangkannya secara kreatif.
"Tentunya saya ingin kehadiran selama ini mampu menjadi inspirasi bagi kaum perempuan muda lainnya untuk berani berkarya dan percaya diri," tuturnya sembari tersenyum manis.
Ajakan Melestarikan Budaya
Dia menekankan bahwa pelestarian budaya adalah tugas kolektif. Ia mengajak masyarakat, khususnya warga Jawa Barat, untuk tidak sekadar menjadi penonton di negeri sendiri.
"Bagi saya memulai dari hal kecil seperti mengenal budaya lokal atau ikut serta dalam kegiatan seni digital sudah menjadi langkah awal yang berarti," bebernya.
Semua perjalanan ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh keluarga dan lingkungan sekitar. Orang tua Farah menjadi sumber kekuatan utama yang memberikan motivasi moral tanpa henti.
Di sisi lain, kolaborasi bersama rekan-rekan di Paguyuban Mojang Jajaka Kota Cimahi memberinya ruang untuk bertumbuh dan mewujudkan visi yang sama demi kejayaan budaya Indonesia di mata dunia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

