Edhie Baskoro Yudhoyono saat audiensi bersama penulis muda perempuan Indonesia bertajuk "Ibu Punya Mimpi, Perempuan Berkisah: Penulis Indonesia Mendunia Tak Berbatas" yang digelar di Gedung MPR RI, Rabu (12/3/25).

Edhie Baskoro Yudhoyono saat audiensi bersama penulis muda perempuan Indonesia bertajuk "Ibu Punya Mimpi, Perempuan Berkisah: Penulis Indonesia Mendunia Tak Berbatas" yang digelar di Gedung MPR RI, Rabu (12/3/25).

TIMES Jabar,Kamis 13 Maret 2025, 09:54 WIB
209.6K
R
Rochmat Shobirin

JAKARTAWakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan bahwa menulis dan membaca bukan sekadar aktivitas intelektual, tetapi juga sarana mempertajam pikiran, menciptakan perubahan, serta membangun peradaban yang lebih maju. Menurutnya, para penulis Indonesia, terutama penulis muda, harus terus berkarya dan menembus batas dunia literasi global.

Pernyataan tersebut disampaikan Ibas dalam audiensi bersama penulis muda perempuan Indonesia bertajuk "Ibu Punya Mimpi, Perempuan Berkisah: Penulis Indonesia Mendunia Tak Berbatas" yang digelar di Gedung MPR RI, Rabu (12/3/25).

Menulis: Jalan Menuju Perubahan dan Keabadian

Dalam sambutannya, Ibas menegaskan bahwa membaca dan menulis adalah cara untuk terus belajar dan berkontribusi bagi masyarakat.

"Setiap buku yang kita baca adalah jendela kehidupan, dan setiap kata yang kita tulis membentuk ide serta gagasan. Menulis bukan sekadar mencatat, tetapi juga menciptakan perubahan dan mewujudkan impian," ujarnya.

Lebih lanjut, Ibas menekankan bahwa literasi memiliki peran besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti yang dicita-citakan para pendiri negara. Melalui tulisan, seseorang tidak hanya mengabadikan pemikiran, tetapi juga dapat berkontribusi dalam mengatasi berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan dan pengangguran.

Apresiasi untuk Penulis Perempuan Indonesia

Ibas juga menyampaikan apresiasi kepada para penulis perempuan yang terus berkarya dan berkontribusi dalam dunia literasi. Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sastra luar biasa yang telah diwariskan oleh para penulis terdahulu.

"Dari R.A. Kartini dengan 'Habis Gelap, Terbitlah Terang' hingga Sarimin Ismail, novelis perempuan pertama Indonesia yang menulis 'Kalau Tak Untung' pada 1933, kita melihat bagaimana kata-kata dapat mengubah cara pandang dan membuka wawasan," tuturnya.

Ibas juga menyebutkan nama-nama penulis perempuan era modern, seperti Ayu Utami dan Dee Lestari, yang terus memperkaya dunia sastra Indonesia.

Menulis: Lebih dari Sekadar Keterampilan

Menurut Ibas, menjadi penulis bukan hanya soal keterampilan mencari penghasilan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk peradaban.

"Melalui tulisan, kita dapat menyampaikan gagasan, merekam sejarah, dan menawarkan solusi. Penulis memiliki kapasitas untuk membentuk karakter generasi dan mengarahkan semangat zaman bangsa," tegasnya.

Ia pun mengingatkan bahwa dunia literasi tidak terbatas pada satu genre tertentu. Karya tulis bisa berupa apa saja, mulai dari novel romansa, cerpen jenaka, esai akademis, hingga opini kritis.

Kutipan Inspiratif dari Para Sastrawan

Di akhir acara, Ibas mengutip dua sastrawan besar Indonesia, Andrea Hirata dan Pramoedya Ananta Toer, untuk menginspirasi para peserta audiensi.

"Andrea Hirata berkata, 'Bermimpilah dalam hidup, jangan hidup dalam mimpi.' Kalian para penulis bukan sekadar bermimpi, tetapi sedang mewujudkan mimpi-mimpi itu," ujarnya.

"Sementara Pramoedya Ananta Toer pernah mengatakan, 'Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari sejarah.' Menulis adalah keberanian, dan kalian di sini adalah orang-orang berani yang memberikan warna bagi dunia literasi," tambahnya.

Ibas pun mengajak para penulis muda untuk terus berkarya dan menjaga eksistensi dunia literasi Indonesia di kancah global.

"Penulis Indonesia harus tetap eksis! Bagaimana kita bisa mendunia jika kita berhenti menulis? Ayo, bersama kita wujudkan Indonesia yang lebih maju dan tercerahkan!" pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rochmat Shobirin
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.