Menelusuri Sisi Kelam dan Magis Jalur Legendaris Gunung Gelap Garut
Secara geografis, Gunung Gelap sebenarnya adalah sebuah ruas jalan sepanjang sekitar 7 kilometer yang membelah hutan dan lembah terjal.
GARUT – Berada di jalur yang menghubungkan Garut Kota menuju wilayah selatan Kabupaten Garut, Gunung Gelap bukan sekadar gundukan tanah tinggi yang membelah jalan, melainkan sebuah saksi bisu dengan narasi sejarah dan mitos yang diselimuti dinginnya kabut.
Banyak yang mengira nama 'Gelap' berasal dari kondisi hutannya yang rimbun sehingga cahaya matahari sulit menembus ke bawah. Namun, secara historis dan etimologis, kata 'Gelap' dalam bahasa Sunda berarti petir atau halilintar.
Konon, di masa lalu, wilayah ini sering kali dilanda petir yang sangat dahsyat meskipun cuaca tidak sedang hujan ekstrem. Suara dentuman petir yang menggelegar di area ini membuatnya dijuluki 'Gunung Gelap'.
Di sisi lain, ada cerita rakyat yang menyebutkan kawasan ini pernah menjadi tempat pertarungan dua jawara sakti yang memiliki kesaktian ilmu petir (gelap ngampar), sehingga benturan kekuatan mereka menciptakan suara guntur yang terus-menerus.
Secara geografis, Gunung Gelap sebenarnya adalah sebuah ruas jalan sepanjang sekitar 7 kilometer yang membelah hutan dan lembah terjal.
Jalan ini dikenal sangat ikonik dengan pemandangan batuan besar di satu sisi dan jurang yang sangat dalam di sisi lainnya. Kabut tebal sering kali turun tiba-tiba, menambah kesan magis sekaligus waspada bagi para pelintas.
Sebelum ada akses jalan yang lebih modern, Gunung Gelap adalah satu-satunya jalur utama yang menghubungkan Garut dengan Pameungpeuk.
Pembangunan jalan di sini di masa lalu dianggap sebagai tantangan teknik yang luar biasa karena harus membelah batuan gunung yang keras.
Namun, di balik keindahan alamnya yang hijau, Gunung Gelap menyimpan narasi yang cukup mencekam dari masa lalu.
• Sejarah Kelam Pada era Orde Baru, kawasan yang sunyi dan terjal ini sempat dikenal sebagai salah satu lokasi pembuangan korban penembakan misterius (Petrus). Hal ini turut menyumbang reputasi "angker" yang melekat pada jalur tersebut hingga saat ini.
• Secara ilmiah, tingginya intensitas petir di area ini di masa lalu disebabkan oleh kondisi geologis dan topografinya yang unik, menjadikannya penangkal petir alami bagi wilayah sekitarnya.
Gunung Gelap kini tetap berdiri megah sebagai pintu gerbang menuju keindahan pantai di selatan Garut.
Meski diselimuti cerita mistis, pesona alamnya yang asri tetap menjadi daya tarik bagi mereka yang ingin merasakan sensasi berkendara di atas awan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

