Sepekan Jelang Lebaran, Pengiriman Paket di Kantor Pos Tasikmalaya Melonjak Drastis
Lonjakan volume pengiriman ini menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan Ramadan.
TASIKMALAYA – Suasana sibuk tampak di Kantor Pos Tasikmalaya sepekan menjelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Tumpukan paket yang terus berdatangan dan aktivitas sortir yang tak pernah berhenti menjadi pemandangan sehari-hari di pusat layanan logistik tersebut.
Lonjakan volume pengiriman ini menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan Ramadan.
Peningkatan tersebut bahkan terbilang cukup signifikan. Kantor Pos Tasikmalaya mencatat kenaikan omzet jasa pengiriman paket hingga 65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Fenomena ini terjadi seiring semakin masifnya aktivitas belanja online masyarakat menjelang Lebaran.
Superviser Penjualan Ritel Kantor Pos Tasikmalaya, Ihsan Firdaus, mengatakan bahwa lonjakan volume pengiriman mulai terasa sejak awal Ramadan dan terus meningkat mendekati Idul Fitri.
“Ya, kalau dibanding tahun lalu kita ada growth sekitar 65 persen,” ujar Ihsan Firdaus saat ditemui TIMES Indonesia, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, peningkatan tersebut tidak hanya terlihat dibandingkan tahun lalu, tetapi juga sangat terasa jika dibandingkan dengan periode sebelum bulan puasa.
“Kalau dibanding sebelum puasa, ada peningkatan volume paket hampir dua kali lipat,” jelasnya.
Lonjakan pengiriman paket di Tasikmalaya tidak terjadi tanpa sebab. Ihsan menjelaskan bahwa kontribusi terbesar berasal dari wilayah Kecamatan Kawalu, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra industri konveksi dan busana muslim di Tasikmalaya.
Kawasan tersebut kini tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga berkembang menjadi basis pelaku usaha online (olshop) yang memanfaatkan marketplace untuk memasarkan produknya ke seluruh Indonesia.
“Kontribusi terbesar pengiriman paket berasal dari wilayah Kawalu, karena di sana banyak pelaku olshop terutama yang menjual busana muslim,” kata Ihsan.
Busana muslim memang menjadi komoditas yang sangat diminati menjelang Idul Fitri. Tradisi masyarakat Indonesia yang identik dengan membeli pakaian baru untuk merayakan Lebaran membuat permintaan produk fesyen meningkat drastis selama Ramadan.
Para pelaku usaha konveksi di Kawalu pun memanfaatkan momentum tersebut dengan memperluas pemasaran melalui berbagai platform marketplace.
Akibatnya, arus distribusi barang dari Tasikmalaya ke berbagai daerah di Indonesia mengalami peningkatan tajam.
Lonjakan aktivitas pengiriman ini juga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan jasa logistik di Kantor Pos Tasikmalaya.
Hingga 16 Maret 2026, omzet pengiriman paket yang tercatat telah mencapai sekitar Rp2,3 miliar. Angka tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Tahun ini sampai tanggal 16 Maret kemarin sudah mencapai sekitar Rp2,3 miliar, itu naik dibanding tahun lalu yang sekitar Rp1,3 miliar,” ungkap Ihsan.
Kenaikan omzet tersebut memperlihatkan betapa besar peran sektor perdagangan online dalam mendorong pertumbuhan jasa logistik di daerah.
Selain meningkatnya jumlah pelaku usaha digital, faktor lain yang turut memengaruhi adalah makin luasnya jaringan distribusi serta kemudahan akses marketplace yang membuat transaksi jual beli semakin mudah dilakukan oleh masyarakat.
Perkembangan e-commerce dan marketplace menjadi salah satu faktor utama di balik meningkatnya volume pengiriman paket.
Dalam beberapa tahun terakhir, pola belanja masyarakat Indonesia memang mengalami pergeseran dari transaksi konvensional menuju transaksi digital.
Hal ini juga dirasakan oleh Kantor Pos Tasikmalaya. Ihsan menyebut bahwa semakin banyaknya marketplace serta menjamurnya toko online turut menjadi motor penggerak peningkatan pengiriman barang.
“Sekarang jejaring penjualan semakin banyak, marketplace juga semakin berkembang. Itu yang membuat pengiriman paket terus meningkat,” jelasnya.
Dengan semakin luasnya jaringan digital, pelaku UMKM di Tasikmalaya kini tidak lagi hanya mengandalkan pasar lokal. Produk mereka dapat menjangkau konsumen di berbagai kota bahkan hingga pelosok daerah di Indonesia.
Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi layanan logistik seperti Kantor Pos untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar mampu memenuhi kebutuhan pengiriman yang semakin tinggi.
Bagi sektor logistik, bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri memang selalu menjadi peak season atau masa puncak pengiriman.
Pada periode ini, lonjakan transaksi online biasanya terjadi akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai produk, mulai dari makanan, pakaian, hingga perlengkapan ibadah.
Kantor Pos Tasikmalaya pun telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi lonjakan tersebut, termasuk meningkatkan kapasitas pengolahan paket dan memperkuat sistem distribusi.
Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat setiap tahun, sektor logistik diperkirakan akan semakin menjadi tulang punggung dalam mendukung perkembangan ekonomi digital di daerah.
Bagi para pelaku usaha, terutama UMKM di Tasikmalaya, momentum Ramadan dan Lebaran bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi juga kesempatan emas untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan melalui jalur digital. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

