TIMES JABAR, BANJAR – Relawan ODGJ mengungkap masalah utama yang dihadapi dalam prnanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tanpa identitas yang kini tidak bisa mendapat bantuan biaya rehabilitasi dari Baznas (Badan Amil Zakat Nasional).
"Padahal, Kota Banjar sebelumnya sudah merujuk total 10 klien ODGJ tanpa identitas ke Yayasan Mentari Hati di Kota Tasikmalaya," ungkap Yenny Astuti, Relawan ODGJ Kota Banjar kepada Times Indonesia, Jumat (23/1/2026).
Selain di Mentari Hati, kondisi ODGJ di tempat lain juga memburuk. Kota Banjar sebelumnya juga menitipkan 2 ODGJ asal Banjar dan 1 ODGJ tanpa identitas yang biasa di panggil Si Kentung ke Yayasan Ar Rahmaniah Ciamis.
Yenny merinci bantuan biaya untuk 2 ODGJ asal Banjar dikurangi. Awalnya mereka mendapat Rp600.000 per bulan, kini hanya menerima Rp450.000 per bulan.
Dana Rehabilitasi Dihentikan
Kini, nasib 10 klien ODGJ yang dititipkan di Mentari Hati menjadi tidak jelas karena Baznas sudah tidak lagi menanggung biaya rehabilitasi mereka.
Yenny menyatakan keprihatinannya dan menambahkan bahwa masalah ini harus segera diselesaikan karena jumlah ODGJ tanpa identitas dan sering mengganggu ketertiban di Kota Banjar masih sangat banyak, dan para relawan merasa khawatir dengan kondisi ini.
Para relawan sangat berharap Pemerintah Kota Banjar segera menemukan solusi terbaik untuk penanganan ODGJ khususnya yang agresif dan meresahkan.
"Kami meminta solusi khususnya untuk penanganan ODGJ tanpa identitas yang meresahkan dan diamankan di Kota Banjar. Jika tidak ada biaya, ODGJ tanpa identitas ini harus diamankan ke mana?" tutupnya. (*)
| Pewarta | : Sussie |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |