https://jabar.times.co.id/
Berita

Tragedi Driver Ojol Affan Kurniawan, HMI Cabang Tasikmalaya Kutuk Keras Oknum Kepolisian

Jumat, 29 Agustus 2025 - 15:55
Tragedi Driver Ojol Affan Kurniawan, HMI Cabang Tasikmalaya Kutuk Keras Oknum Kepolisian Ketua Umum HMI Cabang Tasikmalaya, Nazmi Nurazkia (FOTO: Nazmi Nurazkia/TIMES Indonesia)

TIMES JABAR, TASIKMALAYA – Tragedi meninggalnya seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan di kawasan Jakarta Pusat akibat dilindas kendaraan taktis yang diduga dilakukan oleh oknum aparat kepolisian, menuai gelombang kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya, yang secara tegas mengutuk keras tindakan brutal dan tidak manusiawi tersebut.

Ketua Umum HMI Cabang Tasikmalaya, Nazmi Nurazkia, menyampaikan sikap tegasnya bahwa insiden ini tidak bisa dipandang sekadar kecelakaan lalu lintas biasa, melainkan bentuk brutalitas aparat yang melampaui batas kewenangan.

“Kami HMI Cabang Tasikmalaya mengutuk keras tragedi meninggalnya Affan Kurniawan. Peristiwa ini adalah bentuk nyata arogansi dan penyalahgunaan wewenang. Aparat seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan justru menindas rakyat kecil yang sedang mencari nafkah,” tegas Nazmi, Jumat (29/8/2025).

Peristiwa meninggalnya Affan Kurniawan  yang memilukan itu terjadi ketika aparat tengah melakukan pembubaran massa aksi di kawasan Jakarta Pusat. Dalam situasi tersebut, sebuah kendaraan taktis disebut-sebut secara sengaja melindas Affan Kurniawan, yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online.

Insiden ini memicu gelombang duka sekaligus kemarahan publik. Masyarakat menilai bahwa tindakan semacam ini merupakan pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) serius serta menciderai rasa keadilan.

Menurut HMI Cabang Tasikmalaya, tragedi ini harus dijadikan momentum bagi bangsa untuk kembali menegakkan prinsip supremasi hukum tanpa pandang bulu.

Nazmi menekankan, tindakan represif seperti ini tidak hanya melukai hati keluarga korban, tetapi juga merusak citra aparat yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat.

“Tindakan itu jelas menunjukkan wajah arogansi dan kesewenang-wenangan. Jangan pernah ada ruang bagi kekerasan yang dilakukan aparat negara terhadap rakyatnya sendiri,” ujarnya.

HMI menilai kasus ini harus diusut tuntas dan pelakunya diproses secara hukum. Jika dibiarkan, hal ini akan menjadi preseden buruk yang mengancam keselamatan masyarakat sipil, khususnya kelompok rentan seperti pekerja informal, mahasiswa, dan aktivis.

Menyikapi tragedi tersebut HMI Cabang Tasikmalaya menegaskan tiga poin tuntutan yang harus segera dipenuhi:

1. Supremasi hukum harus ditegakkan. Siapapun pelakunya, termasuk aparat negara, tidak boleh kebal hukum.

2. Masyarakat harus mendapatkan keadilan. Keluarga korban berhak memperoleh kejelasan hukum serta kompensasi yang layak.

3. Jangan berikan ruang bagi kekerasan dan kesewenang-wenangan. Negara harus hadir sebagai pelindung rakyat, bukan sebaliknya.

Di sisi lain, Nazmi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas dan tidak terprovokasi melakukan aksi anarkis.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengawal proses hukum yang berjalan. Mari kita pastikan keadilan ditegakkan, namun tetap dengan cara yang damai. Jangan biarkan kesedihan ini berubah menjadi tindakan destruktif yang justru merugikan kita semua,” pungkas Nazmi. (*)

Pewarta : Harniwan Obech
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jabar just now

Welcome to TIMES Jabar

TIMES Jabar is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.