https://jabar.times.co.id/
Berita

Bapenda Pangandaran Ungkap Kebocoran Retribusi Akibat Jalur Tikus ke Objek Wisata

Selasa, 06 Januari 2026 - 14:31
Bapenda Pangandaran Ungkap Kebocoran Retribusi Akibat Jalur Tikus ke Objek Wisata Pintu masuk pantai barat Pangandaran (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMES JABAR, PANGANDARAN – Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Pangandaran (Bapenda  Pangandaran) menemukan adanya sejumlah jalur tidak resmi atau yang kerap disebut jalur tikus menuju kawasan objek wisata.

Keberadaan jalur tersebut diduga menjadi penyebab kebocoran retribusi pariwisata, khususnya saat lonjakan kunjungan wisatawan pada malam pergantian Tahun Baru 2026.

Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran, Sarlan, mengungkapkan bahwa pihaknya memperkirakan terdapat sekitar 20 jalur tikus yang langsung mengarah ke Pantai Pangandaran maupun destinasi wisata lainnya. Dari jumlah tersebut, baru separuh yang berhasil ditutup.

"Sekitar 10 jalur sudah kami tutup bersama Satpol PP, sementara sisanya masih dalam proses penanganan," kata Sarlan kepada sejumlah wartawan, Senin (5/1/2025).

Ia menjelaskan, praktik ini tidak lepas dari keterlibatan oknum warga yang sengaja membawa atau mengarahkan wisatawan melewati jalur tidak resmi agar terhindar dari pembayaran retribusi.

Menyikapi hal tersebut, Bapenda mengedepankan pendekatan persuasif sekaligus penegakan aturan.

"Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk lebih sadar dan patuh. Di sisi lain, kami juga meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.

Dalam upaya penertiban, Bapenda bersama Satpol PP sempat mengamankan dua kelompok yang kedapatan beroperasi di jalur tikus. Pihak yang terlibat telah dipanggil dan diminta membuat pernyataan tertulis agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Mereka sudah kami temui dan membuat surat pernyataan. Jika kembali melakukan pelanggaran, kami akan menempuh langkah hukum," tegas Sarlan.

Sarlan mengakui, pada malam Tahun Baru 2026, potensi kebocoran retribusi cukup signifikan.

Dari total penerimaan sekitar Rp610 juta, diperkirakan terjadi kebocoran hingga 10 persen akibat wisatawan yang masuk melalui jalur tidak resmi.

Ia menambahkan, di kawasan Pantai Timur Pangandaran, tiga jalur tikus telah berhasil ditutup. Sementara beberapa jalur lain yang masih aktif berada di wilayah Cikembulan dan sekitarnya.

Selain menutup jalur, Bapenda juga melakukan pemantauan internal terhadap petugas penarik retribusi.

Sarlan berharap masyarakat yang selama ini mengarahkan wisatawan ke jalur tikus dapat menghentikan praktik tersebut demi kepentingan bersama.

"Kebanyakan jalur tikus memang berada di Kecamatan Pangandaran. Di Batukaras juga ada, tetapi jumlahnya tidak sebanyak di Pantai Pangandaran," pungkasnya.

Pemerintah daerah menegaskan akan terus memperketat pengawasan demi menjaga pendapatan asli daerah sekaligus menciptakan pengelolaan pariwisata yang tertib dan berkeadilan. (*)

Pewarta : Acep Rifki Padilah
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jabar just now

Welcome to TIMES Jabar

TIMES Jabar is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.