Krisis Iran Memanas, Ketegangan Regional Meningkat: Korban Tewas Lebih dari 500
TIMES Jabar/Para pengunjuk rasa di sekitar api unggun saat turun ke jalan meskipun penindakan semakin intensif, di Teheran, Iran pada Jumat (9/1/2026). (FOTO: Arab News/AP)

Krisis Iran Memanas, Ketegangan Regional Meningkat: Korban Tewas Lebih dari 500

Protes kali ini disebut sebagai yang terbesar sejak gelombang demonstrasi tahun 2022.

TIMES Jabar,Senin 12 Januari 2026, 06:22 WIB
271.6K
W
Widodo Irianto

JAKARTAGelombang protes besar yang melanda Iran sejak 28 Desember 2025 memasuki hari ke-16 dengan jumlah korban tewas yang dilaporkan lebih dari 500 orang. Aksi unjuk rasa yang awalnya dipicu lonjakan harga kebutuhan berubah menjadi gerakan penentangan terhadap rezim ulama yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, mencatat setidaknya 490 pengunjuk rasa dan 48 aparat keamanan tewas serta lebih dari 10.600 orang ditangkap. Namun angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen di lapangan mengingat keterbatasan akses informasi akibat pemadaman internet dan pembatasan media di dalam negeri.

Protes kali ini disebut sebagai yang terbesar sejak gelombang demonstrasi tahun 2022. Tekanan internasional turut menguat seiring pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang berkali-kali menyinggung kemungkinan campur tangan Washington apabila kekerasan terhadap pengunjuk rasa terus berlangsung.

Ancaman serangan terhadap pangkalan militer AS muncul dari Teheran

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, saat berbicara di parlemen pada hari Minggu memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan "kesalahan perhitungan."

"Mari kita perjelas, jika terjadi serangan terhadap Iran, wilayah pendudukan (Israel) serta semua pangkalan dan kapal AS akan menjadi target sah kita,” kata Qalibaf, mantan komandan Garda Revolusi elit Iran.

Sementara itu, Israel berada dalam status siaga tinggi menghadapi kemungkinan eskalasi wilayah. Konsultasi keamanan intensif dilakukan sepanjang akhir pekan. Meski demikian, pejabat militer Israel menyatakan bahwa protes di Iran merupakan urusan internal, dan kalangan keamanan dilaporkan menyarankan pemerintah untuk tidak campur tangan agar tidak memicu konsekuensi strategis yang tidak diinginkan.

Dari dalam Iran, rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan massa memenuhi jalan-jalan Teheran pada malam hari, sementara televisi pemerintah menayangkan gambar puluhan kantong jenazah di kantor koroner dan menyebut korban sebagai pihak yang tewas akibat aksi “teroris bersenjata”.

Belum ada tanda bahwa situasi akan mereda dalam waktu dekat. Dengan krisis domestik yang meningkat dan tekanan geopolitik yang meluas, protes ini tidak hanya menjadi tantangan terberat bagi rezim sejak 2022, tetapi juga membuka kembali ketegangan regional yang sejak lama mengendap di Timur Tengah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Widodo Irianto
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.