Berita

Kreatif, Nana Sujana Menyulap Limbah APK Pemilu 2024 Menjadi Planter Bag

Selasa, 13 Februari 2024 - 15:26
Kreatif, Pria di Kota Tasikmalaya Sulap Limbah APK Pemilu 2024 Jadi Planter Bag Seorang ibu warga kelurahan Kahuripan Kota Tasikmalaya bernama Rosyati menunjukkan dua pot (planter bag) berbahan limbah APK, foto diambil Selasa (13/2/2024) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

TIMES JABAR, TASIKMALAYA – Penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilu 2024 di Kota Tasikmalaya oleh Bawaslu menghadirkan tantangan lingkungan yang cukup serius berupa limbah APK.

Namun, di tengah permasalahan ini, muncul inovasi luar biasa dari Nana Sujana, seorang pria berumur setengah abad yang tinggal di Sindanggalih, Kahuripan, Tawang Kota Tasikmalaya.

Nana Sujana (53), peraih juara kedua Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) terbaik tingkat Jawa Barat pada tahun 2022 bersama anggota Gapoktan Hurip Jaya memberi inspirasi dengan mengubah sampah APK menjadi pot (Planter Bag) berbahan dasar plastik flexy yang membawa dampak positif bagi lingkungan.

Diketahui penerbitan limbah sampah APK di Kota Tasikmalaya mencapai puluhan ton, menyebabkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan yang serius. Namun, Nana Sujana bersama kelompok petani menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi masalah ini.

Menurut Nana Sujana yang menjabat sebagai Ketua Gapoktan Hurip Jaya, pembuatan pot dari sampah APK ini merupakan proses yang sederhana namun efektif.

Dengan membersihkan dan memotong banner atau spanduk bekas sesuai ukuran yang diinginkan, kemudian dilakukan lipatan dan penjahitan sederhana untuk membentuk pot.

"Pembuatannya sangat mudah sekali dan hasilnya pot ini cukup kokoh karena bahannya tebal, dapat digunakan berulang kali untuk menanam berbagai jenis tanaman," ungkapnya kepada TIMES Indonesia di aula Kelurahan Kahuripan, Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Selasa (13/2/2024).

Dengan menggunakan limbah APK ini, menurutnya, petani dapat menghemat biaya produksi tanaman.

Menurut Nana Sujana, harga planter bag yang biasa dibelinya mencapai Rp3.000 untuk ukuran kecil dan Rp10.000 untuk ukuran besar. Hal ini dapat menghasilkan penghematan signifikan bagi petani dalam skala besar.

"Ini dapat menghemat biaya produksi tanam bagi, karena kalau beli planter bag ini bisa mencapai harga di kisaran Rp3.000 untuk ukuran kecil, sedangkan ukuran besar sekali bisa mencapai Rp10.000, kan lumayan juga kalau dikalikan ratusan bisa hemat ratusan ribu juga," tandasnya.

Nana bersama Gapoktan Hurip Jaya binannya berharap bahwa pemanfaatan limbah APK ini dapat mengembangkan program urban farming di Kota Tasikmalaya.

"Kita berharap planter bag limbah APK ini dapat berdampak pada pengembangan urban farming, karena banyak manfaat yang dapat diperoleh dari program urban farming ini, seperti hemat biaya, ramah lingkungan, peningkatan estetika lingkungan, dan menghasilkan produk pertanian yang sehat," tandasnya.

Sebelumnya, Helmi Nuryanto, petugas Panwas Pemilu 2024 Kota Tasikmalaya, kepada TIMES Indonesia menyebut ribuan lembar sampah APK telah ditertibkan oleh Bawaslu Kota Tasikmalaya.

Salah satunya di wilayah kecamatan Tawang, sejak tanggal 11 Februari sampai dengan 12 Februari didapat ribuan lembar sampah APK berbentuk banner, baliho dan spanduk.

"Hasil penertiban APK yang dilakukan di wilayah kecamatan Tawang, sejak Senin kemarin sampai dengan Selasa (12/2/2024) telah ditertibkan sebanyak 1.732 lembar dari APK Caleg sedangkan dari APK ketiga paslon sebanyak 594 dan hari ini pun kita terus menyisir APK yang masih terpasang," pungkas Helmi. (*)

Pewarta : Harniwan Obech
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jabar just now

Welcome to TIMES Jabar

TIMES Jabar is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.