Usai Unjuk Rasa, 23 Karyawan PT APL Kota Banjar Batal Di-PHK
Setelah aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan karyawannya, PT APL (Albasi Priangan Lestari) Kota Banjar akhirnya membatalkan kebijakan pemutusan hubungan kerja 23 karyaw ...
BANJAR – Setelah aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan karyawannya, PT APL (Albasi Priangan Lestari) Kota Banjar akhirnya membatalkan kebijakan pemutusan hubungan kerja 23 karyawan.
Para karyawan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut melakukan aksinya selama lima hari berturut-turut menuntut uang pesangon terhadap pihak perusahaan. ini disampaikan Ahmad Jaelani selaku Korlap Aksi yang juga Ketua PUK SPSI PT. Albasi Priangan Lestari, Sabtu (7/1/2023).
"Setelah melakukan tiga kali aksi pada hari ini menghasilkan kesepakatan pihak perusahan mencabut keputusan terhadap 23 orang yang terkena PHK," terangnya.
Jaelani menyebutkan bahwa sebanyak 23 karyawan yang terdampak pemutusan hubungan kerja tersebut bisa kembali bekerja sebagaimana mestinya mulai besok hari Senin pekan depan.
"Sudah ada kesepakatan dari komisaris perusahaan dan jajaran bahwa PHK dicabut. Mereka yang terkena PHK bisa bekerja lagi," ungkapnya.
Pihaknya sudah menerima keputusan tersebut dan mengajak 56 orang karyawan yang sebelumnya diliburkan untuk meningkatkan etos kerja dan memajukan perusahaan.
"Tadi semua sudah sepakat, saya juga menyampaikan kepada teman-teman yang lain untuk meningkatkan semangat kerjanya agar perusahaan bisa lebih produktif, " jelasnya.
Direktur Utama PT. Albasi Priangan Lestari, Wahyu Widayat secara terpisah mengatakan bahwa perusahaan melalui rapat bersama telah memutuskan untuk menerima kembali 23 karyawan tersebut.
"Pihak perusahaan masih memiliki pertimbangan lain sebagai solusi dan ada prioritas perusahaan yang lebih besar yaitu untuk meningkatkan kapasitas produksi," jelasnya.
Pihak perusahaan juga sudah meminta komitmen terhadap 23 karyawan orang tersebut untuk meningkatkan etos kerja dan loyalitas terhadap perubahan serta menjaga kondusifitas. "Kita ambil solusi baiknya karena ada prioritas perusahaan yang lebih besar. Hari Senin mereka sudah mulai kembali bekerja," sebutnya.
Terkait dampak resesi global terhadap kondisi perusahaan yang bergerak di sektor industri kayu ini, lanjut Wahyu, berpengaruh terhadap omzet perusahaan.
"Pengaruhnya sekitar 50 persen terhadap omzet perusahaannya. Kami harap situasi bisa kembali pulih dan perusahaan bisa lebih maju lagi," kata Direktur Utama PT APL Kota Banjar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


