Ngabuku Taun, Kearifan Lokal Menjaga Kebersamaan dan Identitas Budaya Cikalong
Sejumlah warga di Desa Cikalong kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran sedang melaksanakan tradisi ngabuku taun. (FOTO : Acep Rifki Padilah/TIMES Indonesia)

Ngabuku Taun, Kearifan Lokal Menjaga Kebersamaan dan Identitas Budaya Cikalong

Masyarakat Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran kembali melaksanakan tradisi Ngabuku Taun atau Hajat Bumi.

TIMES Jabar,Sabtu 20 Juni 2026, 14:01 WIB
133
A
Acep Rifki Padilah

PangandaranMasyarakat Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran kembali melaksanakan tradisi Ngabuku Taun atau Hajat Bumi sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat, hasil panen, serta keselamatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa selama setahun terakhir.

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini digelar serentak di seluruh RT dan RW di Desa Cikalong pada Sabtu (20/6/2026). Selain menjadi kegiatan adat, Ngabuku Taun juga menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat berkumpul untuk berdoa bersama, membawa hasil bumi, makan bersama, serta melaksanakan musyawarah terkait berbagai persoalan dan program pembangunan lingkungan.

Tokoh adat Desa Cikalong, Suherman, mengatakan Ngabuku Taun merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai luhur dan harus terus dijaga keberlangsungannya.

"Didalam tradisi ini terdapat nilai gotong royong, kebersamaan, silaturahmi, dan musyawarah. Semua warga terlibat tanpa memandang latar belakang sehingga tercipta persatuan yang kuat di tengah masyarakat," ujarnya.

Menurut Suherman, tradisi tersebut tidak hanya menjadi simbol rasa syukur kepada Sang Pencipta, tetapi juga menjadi sarana pendidikan budaya bagi generasi muda agar memahami identitas dan akar budaya daerahnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Cikalong, Kosmara. Ia menjelaskan bahwa Ngabuku Taun merupakan agenda tahunan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Cikalong sejak lama.

"Tradisi ini harus terus dilestarikan agar anak cucu kita mengetahui bahwa Desa Cikalong memiliki warisan budaya yang kaya dan sarat makna. Nilai kebersamaan, persatuan, dan kekompakan yang terkandung di dalamnya sangat relevan untuk kehidupan masyarakat saat ini," katanya.

Ditengah perkembangan zaman dan derasnya arus modernisasi, keberadaan Ngabuku Taun menjadi bukti bahwa masyarakat Desa Cikalong masih menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Melalui tradisi tersebut, masyarakat tidak hanya merawat hubungan dengan alam dan Sang Pencipta, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Acep Rifki Padilah
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.