Trainer Dedy Dahlan Ingatkan Pengusaha untuk Bangun Relasi, Bukan Bertarung Sendiri
Sang penulis buku 'Tak Kenal Maka Tak Cuan' menegaskan bahwa kekuatan utama yang sering diabaikan pelaku usaha justru terletak pada relasi dan jaringan yang dibangun secara konsisten.
BANDUNG – Di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis dan biaya pemasaran yang kian tinggi, pelaku usaha dituntut menemukan strategi yang efektif sekaligus berkelanjutan.
Penulis buku 'Tak Kenal Maka Tak Cuan' Dedy Dahlan, menegaskan bahwa kekuatan utama yang sering diabaikan pelaku usaha justru terletak pada relasi dan jaringan yang dibangun secara konsisten.
Dalam sebuah sesi wawancara dan sharing bersama pelaku usaha lintas generasi di Kadin Kota Bandung, Dedy mengingatkan pentingnya membangun koneksi personal sebagai bagian dari strategi bisnis.
Ia menilai, banyak pengusaha masih terjebak pada pola kerja individual dan terlalu fokus pada penjualan langsung tanpa memanfaatkan potensi kolaborasi.
“Pentingnya membangun koneksi personal dan networking dalam bisnis sering kali terlupakan. Banyak pengusaha terlalu fokus jualan dan fight sendiri. Padahal ada satu effort marketing yang sangat kuat, bahkan bisa gratis, yaitu networking yang proper,” ujar Dedy Dahlan, Jumat (6/2/2026).
“Strategi pemasaran yang hanya mengandalkan iklan berbayar kerap membebani pelaku usaha, terutama UMKM. Di sisi lain, jaringan relasi yang dikelola dengan baik dapat membuka peluang kolaborasi, referensi klien, hingga percepatan pertumbuhan bisnis tanpa biaya besar,” imbuh Dedy
Dedy menjelaskan, kegagalan networking sering kali bukan karena tidak ada peluang, melainkan karena cara membangun relasi yang belum tepat.
Ia menyebut setidaknya tiga faktor yang membuat jaringan bisnis tidak bekerja optimal: belum mengenal orang yang memiliki akses, tidak mengetahui potensi akses tersebut, atau belum terbangun kepercayaan sehingga akses tidak diberikan.
“Kalau networking terasa tidak working, biasanya karena kita belum kenal orang yang punya akses, kita tidak tahu mereka punya akses, atau mereka belum mau memberi akses itu kepada kita,” katanya.
Lebih jauh, Dedy menekankan bahwa kunci utama dalam membangun jaringan adalah proses kepercayaan.
Ia mengingatkan bahwa kepercayaan tidak bisa dibangun secara instan. Ada tahapan yang harus dilalui, mulai dari saling mengenal, menumbuhkan rasa suka, hingga akhirnya tercipta kepercayaan yang menjadi dasar kolaborasi.
“Networking bisnis itu seperti bertani, bukan berburu. Tidak bisa instan. Kita harus kenal dulu, lalu saling suka, baru muncul trust. Dari trust itulah akan lahir referral dan peluang bisnis,” ujarnya.
Sebagai upaya mempercepat proses kepercayaan, Dedy menyarankan pelaku usaha untuk aktif dalam komunitas atau organisasi profesional yang memiliki kurasi anggota
Menurutnya, organisasi dapat menjadi jembatan yang meningkatkan tingkat kepercayaan antaranggota sehingga kolaborasi lebih mudah terbangun.
Ia juga mengingatkan bahwa di tengah kondisi ekonomi yang menantang, pengusaha tidak seharusnya berjuang sendirian.
Kolaborasi lintas bidang justru dapat membuka peluang baru, terutama ketika pelaku usaha memiliki target pasar yang sama namun produk atau jasanya berbeda.
“Di era sekarang, fight sendirian itu terlalu berat, terlalu mahal, dan terlalu lama. Justru ketika keadaan sulit, kita harus keluar, mencari kolaborasi. Tidak harus bisnis yang sama, yang penting target market-nya sama,” kata Dedy.
Pesan tersebut menjadi inti dari buku terbarunya Tak Kenal Maka Tak Cuan, yang menekankan pentingnya membangun relasi sebagai fondasi pertumbuhan usaha.
Melalui buku dan berbagai pelatihan yang ia bawakan, Dedy berharap pelaku usaha, profesional, hingga generasi muda dapat memahami bahwa keberhasilan bisnis bukan hanya ditentukan oleh produk atau strategi pemasaran, tetapi juga oleh kualitas hubungan yang dibangun.
"Training yang diberikan kepada pelaku usaha/pebisnis di Kadin Kota Bandung, itu memang tepat, pas momentnya seperti sekarang ini dan trainingnya bagus membuat hadirin terinspirasi," jelas Iwa, Ketua Kadin Kota Bandung menambahkan.
“Di tengah perubahan lanskap bisnis yang cepat, pesan tersebut relevan bagi siapa pun yang ingin bertahan dan berkembang. Kolaborasi, kepercayaan, dan jejaring yang sehat diyakini menjadi kunci untuk membuka peluang baru sekaligus memperkuat daya tahan usaha dalam jangka Panjang,” pungkas Dedy. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


