Jaga Suplai dan Harga Tetap Stabil saat Nataru, Begini Strategi Kemendag RI
ILUSTRASI: Kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan harga di momen Hari Besar (FOTO: Tria Adha/TIMES Indonesia)

Jaga Suplai dan Harga Tetap Stabil saat Nataru, Begini Strategi Kemendag RI

Secara umum, Kemendag RI menilai kondisi pasokan dan harga selama periode Nataru relatif terkendali, meski terdapat fluktuasi kecil di beberapa komoditas serta wilayah tertentu.

TIMES Jabar,Jumat 19 Desember 2025, 20:26 WIB
335K
A
Antara

JAKARTAKementerian Perdagangan RI (Kemendag RI) menyiapkan sejumlah strategi menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag RI, Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan bahwa secara umum kondisi pasokan dan harga selama periode Nataru relatif terkendali, meski terdapat fluktuasi kecil di beberapa komoditas serta wilayah tertentu.

"Kalau misalnya kita lihat dari apa yang kita lakukan di saat Nataru ini, ini kan semuanya memang ada letupan-letupan kecil di komoditas-komoditas tertentu misalnya. Kayaknya sih so far so good ya," kata Iqbal di Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Namun demikian, ia mengatakan Kemendag tetap memberi perhatian khusus pada sejumlah komoditas pangan yang rentan terdampak faktor cuaca, seperti cabai.

Menurut dia, curah hujan yang masih tinggi hingga awal tahun berpotensi mempengaruhi kualitas dan distribusi komoditas hortikultura.

Iqbal mengatakan optimistis tekanan harga pada pasokan komoditas tersebut akan berkurang menjelang Puasa Ramadan dan Lebaran yang diperkirakan jatuh pada Maret, sering dengan bergantinya musim hujan.

Dengan kondisi cuaca yang lebih kering, distribusi komoditas rawan rusak seperti cabai diharapkan berjalan lebih lancar.

"Yang perlu kita waspadai, yang perlu kita garis bawahi komoditas seperti cabe dan segala macam karena faktor cuaca. Kalau misalnya Lebaran nanti, bulan Maret itu kan seharusnya udah nggak hujan lagi," katanya, menjelaskan.

Selain faktor cuaca, Kemendag juga menyoroti percepatan pemulihan infrastruktur di daerah-daerah terdampak bencana sebagai kunci kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.

Menurut Iqbal, semakin cepat akses jalan dan sarana pendukung dibangun kembali, semakin lancar arus barang ke berbagai wilayah.

Untuk memantau kondisi tersebut, Kemendag memanfaatkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang menyajikan data secara terbuka terkait harga, distribusi, dan produktivitas komoditas di berbagai daerah.

Lebih lanjut, Iqbal mengatakan pemerintah juga mendorong peningkatan produktivitas sejumlah komoditas strategis, seperti ayam, daging ayam, dan telur.

Komoditas-komoditas tersebut kini tidak hanya difokuskan untuk pemenuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung target-program pemerintah lainnya.

Dengan kombinasi penguatan distribusi, pemantauan data secara real time serta peningkatan produktivitas, Kemendag optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan bisa terjaga hingga Lebaran, meskipun rangkaian hari besar berlangsung dalam waktu berdekatan.

"Nah inilah pemerintah sedang melalui beberapa kementerian menggalakkan produktivitas dari produk-produk tersebut, baik misalnya ayam, daging ayam ya, daging ayam dan telur," katanya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.