Harga Terjangkau di Ruang Nongkrong Inklusif, Kopi Romantis Bandung Bidik Gen Z
TIMES Jabar/Pemilik Kopi Romantis, Andru ditemani Cucun, pengurus PaPIKI yang menjadi salah satu nara sumber pada acara di pameran BIFHEX Bandung (FOTO: Djarot/TIMES Indonesia)

Harga Terjangkau di Ruang Nongkrong Inklusif, Kopi Romantis Bandung Bidik Gen Z

Sejak awal Kopi Romantis memposisikan kedainya sebagai tempat berkumpul bagi Gen Z.

TIMES Jabar,Kamis 12 Februari 2026, 19:37 WIB
867
D
Djarot Mediandoko

BANDUNGBandung kembali melahirkan pelaku usaha kopi dengan pendekatan yang berbeda. Di tengah tren coffee shop premium dan harga minuman  yang kian tinggi, Kopi Romantis justru memilih jalur sebaliknya: merangkul generasi muda.

Cara yang dipilih yakni dengan mengandalkan harga terjangkau dan konsep ruang nongkrong yang sederhana namun fungsional.

Pemilik Kopi Romantis, Andru, menuturkan bahwa sejak awal ia memposisikan kedainya sebagai tempat berkumpul bagi Gen Z. Segmen ini dinilai memiliki kebiasaan nongkrong yang tinggi dan mencari ruang berkegiatan yang nyaman tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Target market kami memang Gen Z. Jadi konsepnya tempat tongkrongan anak muda, harganya pas untuk mereka, dan fasilitasnya lengkap,” ujar Andru, Kamis (12/2/2026). 

Ia menjelaskan, kenyamanan menjadi prioritas utama. Setiap gerai dilengkapi banyak colokan listrik, jaringan WiFi, toilet, hingga musala.

Fasilitas ini dirancang untuk mendukung aktivitas belajar, bekerja, maupun sekadar bersosialisasi. Andru menilai, bagi generasi muda, coffee shop bukan sekadar tempat minum kopi, tetapi juga ruang komunitas.

Strategi harga yang diterapkan Kopi Romantis juga berbeda. Alih-alih mengejar margin besar per gelas, Andru memilih pendekatan volume penjualan dan frekuensi kunjungan.

Ia menyadari bahwa margin keuntungan per produk relatif tipis, namun tertutup oleh kunjungan berulang dari pelanggan yang datang secara rutin.

“Gen Z itu frekuensi nongkrongnya tinggi. Bisa dua hari sekali ke coffee shop. Jadi meskipun margin tidak besar, repeat order mereka tinggi,” katanya.

Strategi Bisnis dan Konsep Visual

Untuk menjaga keberlanjutan bisnis, Kopi Romantis menerapkan strategi subsidi silang antarmenu. Beberapa produk dengan harga pokok penjualan (HPP) tinggi dikombinasikan dengan produk lain yang HPP-nya lebih rendah.

Dengan cara ini, harga jual tetap kompetitif di mata konsumen, namun operasional usaha tetap berjalan sehat.

Dari sisi konsep visual, Andru mengaku banyak terinspirasi dari coffee shop di Thailand dan Vietnam. Desain interiornya mengusung gaya unfinished, penggunaan material kayu dan elemen sederhana yang memberi kesan kasual.

Inspirasi tersebut ia temukan dari berbagai referensi visual, termasuk platform digital seperti Pinterest. Konsep tersebut kemudian disesuaikan dengan preferensi pasar lokal yang didominasi minuman seperti kopi susu gula aren, karamel, dan butterscotch.

Saat ini, Kopi Romantis telah memiliki tiga cabang yang seluruhnya masih berada di Bandung.

Ekspansi ke luar kota belum menjadi prioritas dalam waktu dekat. Andru memilih memperkuat pasar lokal terlebih dahulu sambil memastikan konsep dan operasional berjalan stabil.

Selain menyajikan kopi, kedai ini juga menyediakan minuman non-kopi serta makanan ringan dan berat untuk mendukung aktivitas pengunjung. Namun, fokus utama tetap pada minuman kopi yang menjadi identitas merek.

Mimpi Membangun Ekosistem Positif

Lebih dari sekadar bisnis minuman, Andru berharap Kopi Romantis dapat menjadi ruang pertemuan yang positif bagi generasi muda. Ia ingin kedainya menjadi tempat membangun relasi, bertukar ide, hingga memperkuat jejaring komunitas.

“Harapannya, tempat ini bisa jadi ekosistem yang positif. Anak-anak muda bisa menambah pertemanan, networking, dan menghasilkan sesuatu yang baik,” ujarnya.

Di tengah persaingan industri kopi yang kian padat, pendekatan sederhana namun terarah ini menjadi strategi Kopi Romantis untuk bertahan.

Dengan memahami kebiasaan Gen Z dan menghadirkan ruang yang ramah bagi mereka, kedai ini mencoba menegaskan bahwa bisnis kopi bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal ruang dan pengalaman. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Djarot Mediandoko
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.