Harga Beras di Majalengka Naik, Petani Lokal Justru Diuntungkan
TIMES Jabar/Pedagang beras di Kabupaten Majalengka. (FOTO: Jaja Sumarja/TIMES Indonesia)

Harga Beras di Majalengka Naik, Petani Lokal Justru Diuntungkan

Dalam beberapa pekan terakhir, harga beras di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, perlahan merangkak naik. Di Pasar Sindangkasih, Cigasong, harga beras lokal kini berkisar antara Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

TIMES Jabar,Selasa 8 Juli 2025, 18:19 WIB
11.4K
J
Jaja Sumarja

MajalengkaDalam beberapa pekan terakhir, harga beras di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, perlahan merangkak naik. Di Pasar Sindangkasih, Cigasong, harga beras lokal kini berkisar antara Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

Kenaikan ini tidak datang tiba-tiba. Menurut pengakuan para pedagang, lonjakan harga terjadi bertahap dalam satu hingga satu setengah bulan terakhir, berkisar Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram.

Eti, salah satu pedagang beras di Pasar Cigasong, mengaku bahwa perubahan harga tersebut kemungkinan besar dipengaruhi oleh masa panen yang tidak serempak di sejumlah wilayah. Hal ini menyebabkan pasokan ke pasar menjadi tidak stabil.

“Yang lokal ada yang Rp13.500, Rp14.000, sampai Rp15.000 per kilo. Kadang juga ada yang Rp13.000. Kayanya karena panennya enggak barengan,” ujar Eti saat ditemui pada Selasa (8/7/2025).

Dari sekian banyak pilihan, jenis beras lokal seharga Rp14.000 per kilogram justru menjadi primadona pembeli. Masyarakat Majalengka menyebutnya sebagai “beras sayur” jenis beras tanpa kemasan yang biasa dibeli dalam jumlah kecil untuk kebutuhan harian.

“Yang paling laku ya yang Rp14.000. Itu dari petani Majalengka langsung, bukan yang dari luar atau berkemasan,” tambahnya.

Di sisi lain, beras kemasan dari luar daerah pun turut mengisi rak pasar, dengan harga yang lebih tinggi. Kemasan lima kilogram dihargai sekitar Rp80.000, atau setara Rp16.000 per kilogram.

Meski masuk dalam kategori premium, tidak semua konsumen menjadikannya pilihan utama. Menariknya, meski terjadi kenaikan harga, konsumen tetap berbelanja seperti biasa. Tidak banyak keluhan terdengar di pasar.

“Gak ada yang protes. Pembeli masih belanja seperti biasa,” kata Eti sambil tersenyum.

Bagi Eti, naiknya harga beras justru bisa membawa angin segar bagi para petani lokal. Di tengah tantangan musim kemarau yang memaksa mereka mengeluarkan biaya lebih besar untuk irigasi, harga yang naik dianggap sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.

“Kalau murah terus, kasihan petani. Airnya susah, ongkosnya besar. Jadi kalau harga naik sedikit, ya wajar. Hitung-hitung bonus buat mereka,” tutupnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.