Gelombang Tinggi Tekan Produksi Ikan di Pangandaran, Januari 2026 Turun Drastis
TIMES Jabar/Perahu nelayan yang bersandar di perairan Pangandaran. (Foto: Acep Rifki Padilah/TIMES Indonesia)

Gelombang Tinggi Tekan Produksi Ikan di Pangandaran, Januari 2026 Turun Drastis

Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di Pangandaran buat nelayan jarang melaut. Tangkapan Januari 2026 turun tajam jadi 21,4 ton dari 85,5 ton, sementara target retribusi tetap naik.

TIMES Jabar,Kamis 12 Februari 2026, 22:30 WIB
933
A
Acep Rifki Padilah

PANGANDARANKondisi cuaca yang belum stabil sejak akhir 2025 berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan di Kabupaten Pangandaran. Produksi tangkapan ikan pada Januari 2026 tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Data Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran menunjukkan, total tangkapan ikan pada Januari 2026 mencapai 21.459,28 kilogram. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 85.557,85 kilogram.

Kabid Perikanan Tangkap, Ridwan Mulyadi, mengatakan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi menjadi faktor utama berkurangnya aktivitas melaut.

"Cuaca masih sulit diprediksi. Gelombang tinggi sering terjadi sehingga nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan," kata Ridwan, Kamis (12/2/2026).

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu nelayan bahkan terpaksa berlabuh mendadak di Batukaras karena kondisi cuaca yang tiba-tiba memburuk di tengah laut.

Menurutnya, kondisi cuaca kurang bersahabat ini sudah berlangsung sejak penghujung 2025 dan diperkirakan masih terjadi hingga April mendatang.

Saat ini, jenis ikan yang paling banyak tertangkap di perairan Pangandaran adalah tongkol. Namun, volume tangkapan secara keseluruhan masih dalam proses rekapitulasi lebih lanjut.

Ditengah situasi tersebut, pemerintah daerah tetap memasang target retribusi perikanan tangkap tahun 2026 sebesar Rp 2,5 miliar. Target ini meningkat dibandingkan target 2025 sebesar Rp 1,05 miliar.

Pada 2025 lalu, realisasi retribusi tercatat mencapai sekitar Rp 1,1 miliar meskipun hasil tangkapan tidak terlalu tinggi. Sebagai perbandingan, pada 2023 produksi ikan di Pangandaran sempat mencapai sekitar 2.800 ton.

Ridwan berharap kondisi cuaca segera membaik agar aktivitas nelayan kembali normal dan target pendapatan daerah dari sektor perikanan dapat tercapai.

"Keselamatan nelayan tetap yang utama. Mudah-mudahan cuaca segera membaik sehingga produksi bisa kembali meningkat," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Acep Rifki Padilah
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.