Ahli Gizi RSUD Pandega Pangandaran Ajak Warga Kenali Ciri Makanan Tak Layak Konsumsi
TIMES Jabar/Ilustrasi makanan yang tidak layak konsumsi. (ANTARA)

Ahli Gizi RSUD Pandega Pangandaran Ajak Warga Kenali Ciri Makanan Tak Layak Konsumsi

Masyarakat diminta lebih waspada sebelum mengonsumsi makanan, terutama yang telah disimpan dalam waktu tertentu.

TIMES Jabar,Rabu 4 Maret 2026, 00:19 WIB
11
A
Acep Rifki Padilah

PANGANDARANNutrisionis atau ahli gizi RSUD Pandega Pangandaran, Ijni Kusmuliya, mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi guna mencegah keracunan dan gangguan kesehatan.

Untuk itu, masyarakat diminta lebih waspada sebelum mengonsumsi makanan, terutama yang telah disimpan dalam waktu tertentu.

Menurut Ijni, masih banyak warga yang kurang memperhatikan perubahan fisik pada makanan, padahal tanda-tandanya cukup mudah dikenali.

"Jangan asal makan. Perhatikan dulu bau, warna, tekstur, hingga rasanya. Kalau sudah ada perubahan yang tidak wajar, sebaiknya jangan dikonsumsi," ujarnya.

Kenali Tanda-Tandanya

Ijni menjelaskan, ada beberapa ciri umum makanan yang sudah tidak layak konsumsi.

1. Bau Berubah atau Tidak Sedap

Makanan yang sudah rusak biasanya mengeluarkan bau asam, tengik, atau aroma yang berbeda dari kondisi normalnya. Bau menjadi indikator awal adanya proses pembusukan.

2. Tekstur Mengalami Perubahan

Permukaan makanan terasa berlendir, lengket, atau terlalu lembek. Pada buah dan sayuran, kondisi layu berlebihan juga bisa menjadi tanda penurunan kualitas.

3. Warna Tidak Wajar

Perubahan warna menjadi kusam, kehijauan, kehitaman, atau muncul bercak-bercak aneh patut diwaspadai. Warna yang berubah sering menandakan adanya pertumbuhan mikroorganisme.

4. Muncul Jamur

Adanya bintik atau spot putih, hijau, hingga keabu-abuan merupakan tanda jelas pertumbuhan jamur. Makanan berjamur tidak boleh hanya dibuang sebagian, melainkan harus dibuang seluruhnya.

5. Rasa Berubah

Jika saat dicicipi rasanya asam, pahit, atau tengik dan berbeda dari biasanya, segera hentikan konsumsi.

Risiko Keracunan Mengintai

Ijni menambahkan, mengonsumsi makanan yang sudah rusak dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti mual, muntah, diare, hingga keracunan makanan. Kondisi ini bisa lebih berbahaya pada anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Ia juga menyarankan masyarakat untuk menyimpan makanan sesuai aturan, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, serta menjaga kebersihan saat mengolah makanan.

"Lebih baik membuang makanan yang diragukan keamanannya daripada mempertaruhkan kesehatan," tegasnya.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran terhadap keamanan pangan, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari risiko penyakit akibat konsumsi makanan yang tidak layak. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Acep Rifki Padilah
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.