Sembilan Karyawan Konveksi di Tasikmalaya Disiram Cairan Kimia, 6 Dirujuk ke RSUD dr Soekardjo
Serangan air keras di konveksi Tasikmalaya melukai sembilan karyawan. Enam korban dirawat intensif, polisi amankan pelaku kurir ekspedisi dan dalami motif penyerangan.
TASIKMALAYA – Peristiwa brutal menggegerkan warga Kampung Gunajaya, Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Sebanyak sembilan karyawan sebuah rumah produksi konveksi mengalami luka bakar serius setelah diserang oleh seorang pria yang menyiramkan cairan kimia berbahaya, diduga air keras, pada Senin (4/5/2026) petang.
Insiden mengerikan tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di lokasi konveksi yang berada di Kp. Gunajaya RT 003 RW 007. Pelaku diketahui berinisial (D), seorang driver atau kurir dari salah satu perusahaan ekspedisi yang kerap datang ke lokasi tersebut.
Salah seorang saksi sekaligus korban, AH, yang bekerja di bagian umum, menuturkan bahwa saat kejadian dirinya tengah berada di area konveksi sambil menunggu tim pengambil paket.
“Saat itu saya lagi nunggu tim yang biasa ngambil paket sambil nyapu,” ujar AH saat ditemui di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya, Senin (4/5/2026) malam.
AH mengaku awalnya tidak menaruh curiga saat pelaku datang mengenakan jas hujan. Namun, situasi berubah mencekam ketika pelaku tiba-tiba berteriak dan menyemprotkan cairan dari dalam botol ke arah para pekerja.
“Saya kira mau ngambil paket. Tapi dia teriak-teriak dari depan sambil bawa botol, lalu langsung nyemprot ke pegawai,” ungkapnya.
Pelaku kemudian melakukan serangan secara acak kepada siapa pun yang berada di lokasi. Kepanikan pun tak terhindarkan di dalam ruangan produksi yang saat itu dipenuhi puluhan pekerja.
Salah satu korban lainnya, Wina (21), mengatakan dirinya tidak sempat menyelamatkan diri saat pelaku mulai mengamuk.
“Saya lagi kerja di depan komputer, tiba-tiba disiram. Kena di bagian wajah,” ujarnya.
Sementara itu, Angga, karyawan lain yang berada di dapur saat kejadian, mengaku mendengar jeritan kesakitan dari rekan-rekannya.
“Tiba-tiba banyak yang menjerit. Pas saya lihat, ruangan sampai berasap pekat, mungkin dari cairan air keras itu,” kata Angga.
Menurutnya, para korban langsung berhamburan mencari sumber air untuk meredakan luka bakar yang mereka alami.
“Semua berebut ke keran air. Saya buka pintu belakang, akhirnya mereka sampai merendam luka di selokan,” tambahnya.
Pelaku Diamankan Polisi
Setelah cairan yang dibawa pelaku habis, para karyawan yang selamat langsung meringkus pelaku.
Meski sempat menjadi sasaran amukan massa, pelaku akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian yang tiba tak lama setelah kejadian.
Kapolsek Manonjaya AKP Soni Alamsyah membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Betul telah terjadi penyiraman air keras di wilayah kami, tepatnya di Kampung Gunajaya. Kejadiannya sekitar pukul 19.30 WIB lebih,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kasus ini kini ditangani oleh Polres Tasikmalaya Kota melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim).
Dari total sembilan korban, enam di antaranya mengalami luka serius dan harus dirujuk ke RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan intensif.
Sementara tiga korban lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Cibeureum. “Korban yang dirujuk ke RSUD ada enam orang, sementara tiga lainnya di Puskesmas Cibeureum,” jelas Soni.
Para korban mengalami luka bakar dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan hingga sedang. Luka tersebut terdapat di beberapa bagian tubuh, seperti wajah, leher, dan tangan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik aksi nekat pelaku. Dugaan sementara, pelaku memiliki hubungan kerja dengan lokasi kejadian sebagai kurir pengangkut barang.
“Motifnya masih kami dalami. Yang jelas pelaku satu orang, dan merupakan kurir yang biasa mengantar barang ke konveksi tersebut,” pungkasnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

