Bukan Sekadar Website, Ini Senjata Rahasia Tasikmalaya Menuju Porprov 2026
TIMES Jabar/Dua pengurus KONI Kota Tasikmalaya saat memverifikasi cabang olahraga PBFI menuju Porprov 2026 di Ruang Binpres beberapa hari yang lalu. (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Bukan Sekadar Website, Ini Senjata Rahasia Tasikmalaya Menuju Porprov 2026

Tasikmalaya bangun database atlet berbasis website untuk dukung Porprov Jabar 2026, permudah pendataan, lindungi atlet (BPJS), dan tingkatkan pembinaan olahraga berbasis data.

TIMES Jabar,Jumat 20 Februari 2026, 13:14 WIB
909
H
Harniwan Obech

TASIKMALAYAPembangunan database atlet berbasis website dinilai menjadi langkah strategis dan visioner dalam meningkatkan kualitas pembinaan serta prestasi olahraga di Kota Tasikmalaya.

Terlebih, pada tahun 2026, Kota Tasikmalaya akan menghadapi tantangan besar sebagai peserta dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November.

Di tengah tuntutan profesionalisme dan transparansi pengelolaan olahraga, digitalisasi data atlet dianggap mampu menjawab berbagai persoalan klasik yang selama ini kerap terjadi, mulai dari pendataan yang tidak sinkron, tumpang tindih data, hingga lemahnya perencanaan pembinaan jangka panjang.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Momon Suryaman, menegaskan bahwa ketersediaan data atlet yang akurat, terintegrasi, dan mudah diakses menjadi kebutuhan mendesak dalam mendukung kebijakan olahraga daerah.

Menurut Momon, selama ini pendataan atlet masih dilakukan secara manual dan tersebar di masing-masing cabang olahraga, sehingga menyulitkan ketika dibutuhkan dalam waktu cepat.

“Database atlet itu sangat kita butuhkan. Tahun kemarin saat penilaian untuk perhargaan atlet, karena masih manual, proses pencarian data terbilang lambat,” ungkapnya saat ditemui TIMES Indonesia di lantai dua Gedung Disporabudpar Kota Tasikmalaya.

Dengan sistem digital berbasis website, data atlet dapat ditelusuri secara cepat dan menyeluruh. Cukup dengan satu klik, riwayat atlet mulai dari identitas, cabang olahraga, hingga histori prestasi di berbagai tingkatan dapat langsung ditampilkan.

“Secara by data digital, ketika diklik data atlet, histori prestasi di berbagai level sudah bisa langsung dilihat,” tambahnya.

Lebih dari sekadar pendataan prestasi, database atlet berbasis website juga dirancang untuk mendukung perlindungan atlet. Data tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengajuan kepesertaan BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

Menariknya, cakupan database ini tidak hanya terbatas pada atlet binaan KONI Kota Tasikmalaya, tetapi juga mencakup atlet dari NPCI serta KORMI.

Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan pengakuan yang setara bagi seluruh atlet, termasuk atlet disabilitas dan olahraga rekreasi.

Wacana pembangunan database atlet berbasis website ini rencananya akan dikerjasamakan dengan Kominfo Kota Tasikmalaya.

“Per Januari kemarin kita sudah berkirim surat untuk membuat bank data atlet, agar bisa sama-sama dikerjasamakan,” jelas Momon.

Namun demikian, ia mengakui bahwa persoalan akses data menjadi tantangan tersendiri. Database atlet menyangkut data pribadi, sehingga perlu pengaturan yang matang terkait keterbukaan informasi publik.

Secara kelembagaan, akses data direncanakan dapat diberikan kepada Disporabudpar, KONI, NPCI, KORMI, serta masing-masing cabang olahraga, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan data.

Momon menegaskan, database atlet berbasis website akan menjadi pondasi utama pembinaan olahraga daerah.

“Dengan data yang valid dan selalu diperbarui, pemerintah bisa menyusun program pembinaan yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selama ini, pendataan atlet yang masih bersifat sektoral menyulitkan proses monitoring dan evaluasi secara menyeluruh. Melalui satu platform digital, seluruh data atlet dapat dihimpun, dikelola, dan dianalisis secara sistematis.

Database ini akan memuat berbagai informasi penting, seperti Identitas atlet, Cabang olahraga, Jenjang usia,  Rekam jejak prestasi serta riwayat pembinaan.

Data tersebut sangat krusial untuk proses pemetaan potensi atlet, khususnya dalam menjaring bibit unggul sejak usia dini sebagai investasi prestasi jangka panjang.

Dari sisi pemangku kepentingan olahraga, Kepala Bidang Organisasi KONI Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana, bersama Bidang Media Humas Harniwan, menilai sistem database atlet ini akan membawa perubahan besar dalam pola pembinaan.

“Pembinaan tidak bisa lagi berbasis perkiraan. Dengan database atlet yang terintegrasi, kita bisa melihat potensi, perkembangan, dan kebutuhan atlet secara jelas,” kata Epi.

Ia menegaskan, sistem ini sangat membantu pengurus cabang olahraga dalam menentukan arah pembinaan secara objektif, terutama dalam menghadapi event besar seperti Porprov.

KONI Kota Tasikmalaya juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut, karena database atlet menjadi bentuk penghargaan nyata bahwa atlet, pelatih, dan kontingen merupakan aset daerah.

“Ke depan, ketika ada hal yang bersinggungan dengan potensi dan keberdayaan atlet, pemerintah bisa langsung mengakses data untuk memberikan perlindungan dan dukungan,” ujarnya.

Selain mendukung pembinaan, keberadaan database atlet berbasis website juga dinilai mampu mendorong transparansi dan profesionalisme pengelolaan olahraga di Kota Tasikmalaya.

Data yang tersusun rapi dan terintegrasi diyakini mampu meminimalisir kesalahan administrasi, tumpang tindih data, hingga potensi konflik dalam penentuan atlet binaan.

Ke depan, Dispora menyebut website database atlet juga dapat dikembangkan menjadi pusat informasi olahraga daerah, yang menampilkan profil atlet berprestasi, agenda kejuaraan, hingga capaian prestasi Kota Tasikmalaya.

“Ini bukan hanya soal data, tapi juga citra dan masa depan olahraga daerah. Atlet berprestasi harus terdokumentasi dengan baik sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi,” tambah Momon.

Di era transformasi digital, pengelolaan olahraga dituntut adaptif dan berbasis data. Sinergi antara pemerintah daerah, KONI, NPCI, KORMI, serta seluruh cabang olahraga menjadi kunci dalam mewujudkan database atlet berbasis website sebagai program prioritas.

Dengan dukungan sistem informasi yang modern dan terintegrasi, Kota Tasikmalaya diyakini mampu menciptakan ekosistem olahraga yang lebih profesional, terencana, dan berorientasi pada prestasi jangka panjang.

Ke depan, database atlet berbasis website bukan sekadar alat administrasi, melainkan strategi penting dalam mencetak atlet berdaya saing dan mengharumkan nama Kota Tasikmalaya di kancah olahraga regional, nasional, bahkan internasional.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Harniwan Obech
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.