Pemprov Jabar Pastikan Biaya Pendidikan Gratis bagi Warga Tidak Mampu
Kadisdik Jabar Purwanto , saat Kick Off SPMB Jawa Barat SMA, SMK, SLB di Kompleks Olahraga Arcamanik, Kota Bandung (FOTO: Arief Pratama/TIMES Indonesia)

Pemprov Jabar Pastikan Biaya Pendidikan Gratis bagi Warga Tidak Mampu

Ini merupakan bagian dari tekad Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi.

TIMES Jabar,Rabu 20 Mei 2026, 23:29 WIB
1.8K
A
Arief Pratama

BANDUNGPemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memastikan seluruh siswa dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan akses pendidikan.

Fasilitas itu dijamin tersedia, baik di sekolah negeri maupun swasta, pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Purwanto menegaskan, pemerintah telah menyiapkan dukungan pembiayaan bagi warga miskin yang masuk kategori desil 1, 2, dan 3.

“Kalau mereka sekolah di swasta, kita biayai. Kalau di negeri, kita gratiskan,” ujarnya pada Kick Off SPMB Jawa Barat SMA, SMK, SLB di Kompleks Olahraga Arcamanik, Kota Bandung.

Kadisdik menjelaskan, bantuan tersebut tidak hanya mencakup biaya pendidikan, tetapi juga kebutuhan personal siswa, seperti seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya.

“Biaya personal seperti sepatu, seragam, dan kebutuhan lainnya juga dibantu pemerintah,” katanya, Rabu (20/5/2026).

Ia menegaskan, komitmen tersebut merupakan bagian dari tekad Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi.

“Tidak boleh ada anak miskin di Provinsi Jawa Barat yang tidak sekolah. Mereka harus tetap sekolah, baik di negeri maupun swasta,” tegasnya.

Selain memastikan pembiayaan pendidikan, Disdik Jabar juga akan mengoptimalkan daya tampung sekolah negeri dan swasta agar seluruh lulusan SMP/sederajat dapat melanjutkan pendidikan.

“Kita akan optimalkan daya tampung yang ada baik di negeri maupun swasta,” ujarnya.

Untuk wilayah yang belum memiliki akses sekolah negeri memadai, pemerintah tetap menyiapkan sekolah penyangga dengan kapasitas kelas yang disesuaikan kebutuhan.

“Sekolah penyangga ini kelasnya bisa lebih dari 36 sampai 40 siswa karena di wilayah tersebut tidak ada sekolah negeri atau lokasinya jauh,” katanya.

Kick Off SPMB menjadi awal sosialisasi kepada masyarakat terkait berbagai tahapan pelaksanaan SPMB 2026, termasuk akses layanan pendidikan bagi seluruh siswa di Jawa Barat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Arief Pratama
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.