SMK Bakti Karya Parigi Bersama HMI Pangandaran Gelar Talkshow Peringati Tragedi 98
SMK Bakti Karya Parigi dan HMI Pangandaran menggelar talkshow Tragedi 98 untuk mengajak generasi muda memahami sejarah reformasi dan nilai demokrasi agar tak terulang kembali.
PANGANDARAN – SMK Bakti Karya Parigi Pangandaran bersama Himpunan Mahasiswa Islam menggelar talkshow bertajuk Titik Temu dengan tema Kupas Tragedi 98 di Auditorium SMK Bakti Karya Parigi, Senin (25/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh OSIS SMK Bakti Karya Parigi tersebut menghadirkan penggagas komunitas Rumah Perjuangan 145, Syamsul Ma'arif narasumber.
Talkshow ini digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap sejarah reformasi dan tragedi yang terjadi pada tahun 1998 agar menjadi bahan pembelajaran bagi generasi muda sebagai generasi penerus bangsa.
Ketua OSIS SMK Bakti Karya Parigi, Nur Afiqa Zakirah mengatakan bahwa sejarah kelam 1998 tidak boleh dilupakan oleh generasi muda.
"Sejarah 98 itu bukan untuk dilupakan, tapi untuk dipahami agar tidak terulang lagi," ujarnya.

Dalam pemaparannya, Syamsul Ma'arif menjelaskan berbagai rentetan peristiwa yang melatarbelakangi terjadinya tragedi 1998. Ia juga mengajak peserta untuk memahami sejarah secara kritis agar mampu mengambil pelajaran dari peristiwa masa lalu.
Sementara itu, kader HMI Pangandaran yang juga bertindak sebagai moderator kegiatan, Bayu Firman menyampaikan pentingnya generasi muda untuk tidak melupakan sejarah bangsa.
Menurutnya, semangat memahami sejarah sejalan dengan pesan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, tentang pentingnya bangsa yang tidak melupakan sejarahnya sendiri.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar tragedi 1998 serta nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

