Kolaborasi Perumda BPR BKPD Pangandaran dan Mahasiswa KKN Unigal Ciamis, Gelar Pelatihan Pupuk Organik Cair
Kegiatan pembuatan pupuk organik cair (POC) bakal digelar Sabtu (29/8/2026) di Aula Desa Campaka, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran.
PANGANDARAN – Dalam rangka mendorong pengembangan ekonomi masyarakat, Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (UNIGAL) Ciamis Kelompok Desa Campaka kolaborasi dengan Perumda BPR BKPD Pangandaran menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) kepada masyarakat.
Kegiatan pembuatan pupuk organik cair (POC) bakal digelar Sabtu (29/8/2026) di Aula Desa Campaka, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran.
Divisi Hubungan Masyarakat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (UNIGAL) Ciamis Kelompok Desa Campaka Muhamad Vio Fajar Muttahari mengatakan, acara yang diselenggarakan bertema Sosialisasi Dan Pemaparan Produk Perbankan Dari Perumda BPR BKPD Pangandaran Pada Pelaku Usaha Dan Pengguna Pupuk Organik Cair (POC).
"Dari kegiatan ini diharapkan bisa mewujudkan pertanian berkelanjutan melalui pengelolaan limbah organik menjadi pupuk organik cair (POC)," kata Muhamad Vio Fajar Muttahari, Kamis (27/8/2026).
Ditambahkan Muhamad Vio Fajar Muttahari keberlanjutan kegiatan ini kedepan dalam rangka mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui berbagai program kolaboratif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (Unigal) Kelompok Desa Campaka dalam menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) bagi para petani.
Muhamad Vio Fajar Muttahari menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat, khususnya sektor pertanian, agar semakin mampu memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
"Pelatihan tidak hanya diarahkan pada peningkatan pengetahuan petani mengenai pupuk organik, tetapi juga diharapkan dapat membuka peluang efisiensi biaya produksi sekaligus mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan," jelasnya.
Direktur Operasional Perumda BPR BKPD Pangandaran Raden Ria Pria Santika mengatakan, kolaborasi antara Perumda BPR BKPD Pangandaran dan mahasiswa KKN Unigal Kelompok Desa Campaka ini menjadi penguat bahwa pembangunan ekonomi masyarakat tidak hanya dapat dilakukan melalui dukungan pembiayaan.
Selain pembiayaan tetapi juga membutuhkan penguatan kapasitas, pendampingan, edukasi, serta inovasi di tingkat masyarakat walaupun sederhana tapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Bagi Perumda BPR BKPD Pangandaran, kolaborasi ini merupakan bagian dari semangat untuk membangun hubungan yang lebih luas dengan masyarakat," kata Raden Ria Pria Santika.
Sebagai lembaga keuangan milik daerah, keberadaan BPR tidak hanya diharapkan mampu memberikan akses layanan dan pembiayaan kepada masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pengembangan potensi ekonomi lokal.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan konsep dasar pupuk organik cair, manfaat penggunaannya bagi tanaman, serta proses pengolahan bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan bahan organik sebagai salah satu alternatif dalam mendukung kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.
Pembuatan POC menjadi menarik karena bahan bakunya relatif mudah diperoleh.
Berbagai limbah organik rumah tangga maupun bahan yang tersedia di lingkungan pertanian dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Dengan demikian, kegiatan tersebut sekaligus mengajarkan kepada masyarakat bahwa sesuatu yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat memiliki manfaat apabila dikelola dengan baik.
Kegiatan ini juga memberikan warna tersendiri bahwa Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, tetapi turut berperan dalam mentransfer pengetahuan dan mendorong masyarakat untuk mengembangkan inovasi.
Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat Pangandaran.
Karena itu, peningkatan kapasitas petani menjadi hal yang penting agar sektor tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
Pelatihan pupuk organik cair diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran petani mengenai pentingnya inovasi dalam proses produksi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

