Keindahan Bak di Negeri Jepang, Bunga Tabebuya Hiasi Jalanan Cianjur
Pepohonan yang dipenuhi kelopak bunga berwarna cerah ini menghadirkan suasana layaknya musim semi di luar negeri.
CIANJUR – Fenomena mekarnya bunga tabebuya di sepanjang kawasan perkotaan Kabupaten Cianjur menyedot perhatian publik dan viral di media sosial.
Pemandangan indah tersebut tampak menghiasi sejumlah area strategis, termasuk Alun-alun Cianjur hingga sepanjang Jalan Aria Cikondang dan sekitarnya.
Pepohonan yang dipenuhi kelopak bunga berwarna cerah ini menghadirkan suasana layaknya musim semi di luar negeri.
TIMES Indonesia melansir informasi tersebut pada Minggu (13/9/2026) dari unggahan akun media sosial Instagram @dr.najmahnurislami milik dr. Najmah Nurislami, istri dari Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian.
Dalam momen unggahannya tersebut, dirinya membagikan potret momen keindahan pepohonan yang ditanam sejak beberapa tahun lalu tersebut.
"Pohon yang ditanam di tahun 2017 lalu sekarang sedang bersemi-semi di Alun-alun kabupaten Cianjur. Hayu wargi jangan lupa menikmati setiap momen bahagia di alun-alun Cianjur yaa," tulis caption dr. Najmah.
Warganet turut memberikan respons positif dan pujian pada kolom komentar unggahan tersebut. Akun bernama Lisnawati mengagumi keindahan fenomena alami ini melalui komentarnya, "Masyaalloh cantik nya bunga" di kotaku."
Sementara itu, pengguna akun Lusy Ayuda dia menyampaikan tanggapan serupa yang menyoroti nuansa unik kawasan tersebut, "Cianjur vibes Jepang."
Secara teknis botanis, tabebuya merupakan tanaman hias yang berasal dari Brasil, Amerika Selatan, dari famili Bignoniaceae.
Pohon ini kerap disangka sebagai bunga sakura karena bentuknya yang sekilas mirip saat mekar sempurna, meski keduanya berasal dari famili tumbuhan yang berbeda.
Tabebuya memiliki bunga berbentuk menyerupai terompet besar dengan beragam variasi warna seperti kuning, merah muda, putih, ungu, hingga merah tua.
Keunggulan utama dari tanaman tropis ini adalah daya tahan iklimnya yang sangat kuat terhadap cuaca panas. Musim mekar tabebuya biasanya terjadi pada masa kemarau, sekitar bulan September hingga Januari.
Selain memanjakan mata penikmat jalanan, pohon tabebuya juga memiliki perakaran kuat yang tidak merusak struktur bangunan serta berfungsi efektif sebagai penangkal polusi udara dan peneduh kota. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

