Pemkab Majalengka Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau, Siagakan RS hingga Sekolah
Bupati Majalengka Eman Suherman meminta masyarakat tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan dan hanya mengikuti informasi dari instansi berwenang.
MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka (Pemkab Majalengka) memperketat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pemerintah daerah menyiapkan fasilitas kesehatan, perlindungan kelompok rentan hingga skema pembelajaran bagi sekolah yang terdampak.
Langkah tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/660/BPBD/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Surat edaran ditandatangani Bupati Majalengka H. Eman Suherman pada 7 September 2026.
Bupati Eman Suherman meminta masyarakat tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan dan hanya mengikuti informasi dari instansi berwenang.
"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi jangan lengah. Yang paling penting adalah mengikuti informasi resmi pemerintah dan mengambil langkah perlindungan apabila kondisi sebaran abu vulkanik meningkat," ujar Eman, Senin (7/9/2026).
Pemkab Majalengka menginstruksikan Dinas Kesehatan memastikan kesiapan puskesmas, rumah sakit dan pos kesehatan, termasuk tenaga medis, ambulans, oksigen, obat-obatan, masker atau respirator serta alat pelindung diri.
Fasilitas kesehatan juga diminta meningkatkan pemantauan terhadap gangguan pernapasan, asma, PPOK, iritasi mata, gangguan kulit serta dampak kesehatan lain yang berpotensi muncul akibat paparan abu vulkanik.
Eman menegaskan kelompok rentan menjadi prioritas perlindungan, mulai dari bayi dan anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penyandang disabilitas, pekerja luar ruangan hingga masyarakat dengan penyakit kronis.
Sekolah Bisa Beralih ke Pembelajaran Daring
Antisipasi juga menyasar sektor pendidikan. Dinas Pendidikan diminta meningkatkan perlindungan peserta didik, guru dan tenaga kependidikan.
Jika suatu wilayah mengalami sebaran abu vulkanik dengan intensitas tinggi, sekolah dapat mempertimbangkan pembelajaran dari rumah secara daring sesuai kondisi dan arahan instansi berwenang.
Kegiatan sekolah maupun aktivitas luar ruangan juga dapat disesuaikan atau dihentikan sementara apabila kualitas udara dan paparan abu dinilai berisiko terhadap kesehatan.
Imbauan untuk Aktivitas Masyarakat
Di tingkat masyarakat, Pemkab meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika sebaran abu meningkat. Masker yang mampu menutup hidung dan mulut dengan baik, termasuk KN95, serta pelindung mata dianjurkan saat harus beraktivitas di luar.
Eman Suherman juga mengingatkan warga agar tidak membersihkan abu vulkanik dengan cara yang membuat partikel kembali beterbangan.
"Kalau harus keluar rumah, gunakan masker dan lindungi mata. Abu sebaiknya dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan," katanya.
Masyarakat juga diminta melindungi sumber air dan makanan dari paparan abu serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Pemkab menegaskan seluruh perkembangan yang berpotensi mengganggu kesehatan, keselamatan, pelayanan publik maupun aktivitas masyarakat harus segera dikoordinasikan dan dilaporkan kepada Bupati melalui BPBD Kabupaten Majalengka.
"Mari kita hadapi situasi ini dengan tenang, disiplin dan saling mengingatkan. Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi berdasarkan sumber resmi," tegas Bupati Majalengka Eman Suherman. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

