Bupati Citra Pitriyami Dorong Penguatan Sistem Peringatan Dini Tsunami di Pangandaran
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami usulkan penambahan 7 titik Early Warning System (EWS) tsunami. BNPB akan kirim tim survei. Kawasan pesisir rawan gempa dan tsunami.
PANGANDARAN – Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, terus mendorong penguatan sistem mitigasi bencana sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan masyarakat dan wisatawan di kawasan pesisir Pangandaran.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penerimaan kunjungan kerja Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., yang meninjau langsung sejumlah fasilitas kesiapsiagaan bencana di Pangandaran, termasuk Early Warning System (EWS) dan Shelter Tsunami yang berada di kawasan wisata Pantai Pangandaran.
Dalam kesempatan tersebut, Citra Pitriyami menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengingat wilayahnya berada di kawasan pesisir yang memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami.
"Kami terus berupaya meningkatkan sistem mitigasi bencana agar masyarakat dan wisatawan merasa aman saat berada di Pangandaran. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah," ujar Citra.
Menurutnya, keberadaan sistem peringatan dini yang memadai menjadi kebutuhan penting bagi daerah wisata seperti Pangandaran yang setiap tahunnya menerima jutaan kunjungan wisatawan.
Selain mengikuti rapat koordinasi bersama BNPB dan BPBD se-Jawa Barat, Citra juga mendampingi Kepala BNPB meninjau langsung kondisi sarana mitigasi yang telah tersedia. Dari hasil evaluasi tersebut diketahui masih terdapat sejumlah titik yang memerlukan penambahan fasilitas peringatan dini tsunami.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah mengusulkan penambahan tujuh titik pemasangan EWS untuk memperkuat jangkauan informasi peringatan dini di kawasan wisata maupun permukiman warga yang berada di sepanjang pesisir.
"Kami menyampaikan langsung kebutuhan daerah kepada BNPB. Alhamdulillah mendapatkan respons yang sangat baik karena Pangandaran memang membutuhkan penguatan sistem peringatan dini untuk menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi," katanya.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti usulan tersebut dengan mengirimkan tim survei guna menentukan lokasi prioritas pemasangan EWS tambahan.
Menurutnya, Pangandaran merupakan salah satu daerah yang memerlukan perhatian khusus dalam aspek mitigasi bencana karena memiliki tingkat kerawanan terhadap gempa bumi dan tsunami.
"Kami akan melihat langsung titik-titik yang masih membutuhkan tambahan fasilitas. Beberapa titik akan menjadi prioritas untuk segera dipenuhi guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat," ujar Suharyanto.
Citra berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pangandaran, BNPB, dan BPBD dapat semakin memperkuat sistem penanggulangan bencana di daerah. Ia meyakini bahwa kesiapsiagaan yang baik merupakan investasi penting dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan sektor pariwisata Pangandaran.
"Kami ingin Pangandaran menjadi daerah wisata yang tidak hanya nyaman dan menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memiliki sistem mitigasi bencana yang kuat sehingga memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat dan wisatawan," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

