Bukan Sekadar Nama, Inilah Fakta Unik dari Dusun Tamiangkuning Ciamis
TIMES Jabar/Ilustrasi kehidupan di dusun Tamiangkuning pada masa lalu (Foto: Adis Cahyana/TIMES Indonesia)

Bukan Sekadar Nama, Inilah Fakta Unik dari Dusun Tamiangkuning Ciamis

Meskipun catatan administratif seringkali terbatas, narasi sejarahnya hidup melalui tradisi lisan dan keterikatannya dengan perkembangan wilayah Cisaga.

TIMES Jabar,Selasa 10 Maret 2026, 14:07 WIB
258
A
Adis Cahyana

CIAMISDusun Tamiangkuning, yang terletak di Desa Danasari, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, merupakan wilayah yang kaya akan memori kolektif dan jejak sejarah lokal di Tatar Galuh.

Meskipun catatan administratif seringkali terbatas, narasi sejarahnya hidup melalui tradisi lisan dan keterikatannya dengan perkembangan wilayah Cisaga.

Di balik rimbunnya pepohonan dan ketenangan aliran sungai di perbatasan Ciamis dan Banjar, tersimpan sebuah dusun bernama Tamiangkuning.

Sebagai bagian dari Desa Danasari, dusun ini bukan sekadar pemukiman biasa, melainkan saksi bisu perjalanan panjang masyarakat agraris di kaki bukit yang sarat nilai filosofis Sunda.

Secara etimologi, nama Tamiangkuning merujuk pada jenis bambu langka, yaitu Awi Tamiang (bambu tamiang) yang berwarna kuning. Dalam budaya Sunda, bambu bukan hanya alat bertahan hidup, tetapi simbol kelenturan dan kekuatan.

Konon, wilayah ini dulunya ditumbuhi rimbun bambu kuning yang menjadi penanda bagi para pengembara dan sesepuh saat membuka lahan (ngababakan) di wilayah Danasari.

Sejarah Tamiangkuning tidak lepas dari pengaruh Kecamatan Cisaga yang dikenal sebagai wilayah 'Kota Seribu Situs'.

Lokasinya yang strategis di jalur timur Ciamis membuatnya menjadi titik singgah penting sejak zaman Kerajaan Galuh hingga masa penyebaran Islam.

Di sekitar wilayah Cisaga, terdapat situs-situs bersejarah seperti Situs Makam Garusela yang berkaitan dengan hubungan Sumedang dan penyebaran Islam pada abad ke-17.

Masyarakat Tamiangkuning meyakini bahwa leluhur mereka merupakan bagian dari komunitas penjaga tradisi yang tetap menjaga harmoni antara alam dan nilai-nilai religius.

Sebagai bagian dari Desa Danasari, narasi sejarah dusun ini berakar pada makna "Danasari" dari kata Dana (pemberian/kekayaan) dan Sari (inti/keindahan).

Hal ini mencerminkan kondisi geografis Tamiangkuning yang subur, menjadikannya lumbung pangan lokal yang menopang kehidupan masyarakat di Kecamatan Cisaga sejak era kolonial hingga sekarang.

Hingga saat ini, Tamiangkuning masih memegang teguh tradisi gotong royong dan penghormatan terhadap alam.

Keberadaan dusun ini menjadi pengingat bahwa identitas Ciamis sebagai 'Kota Manis' bukan hanya soal nama, tapi tentang keramahan penduduknya yang berakar dari sejarah panjang di tanah Galuh. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Adis Cahyana
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.